BGN Tegaskan Siswa di Pemalang tak Dikeluarkan Gara-Gara Kritik MBG

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Berdasarkan kronologi, rumor ini sebenarnya telah muncul sejak 27 Januari 2026 dan kembali ramai pada pertengahan April 2026 dengan narasi nan berkembang menjadi tuduhan pemberhentian siswa secara sepihak. Fokus perbincangan di media sosial pun bergeser dari kritik terhadap Lembar Kerja Siswa (LKS) menjadi rumor MBG.

Informasi awal berasal dari komunikasi Babinsa kepada pihak SPPG mengenai beredarnya rumor lama nan melibatkan orang tua siswa dan pihak sekolah. Permasalahan berasal dari kritik orang tua terhadap sejumlah hal, seperti LKS, infaq, hingga program MBG.

Kritik terhadap MBG dipicu kesalahpahaman mengenai nominal nilai menu saat bulan puasa. Orang tua mengira nilai paket MBG sebesar Rp 15 ribu, padahal tarif nan bertindak adalah Rp8 ribu untuk porsi mini dan Rp 10 ribu untuk porsi besar. 

Pihak sekolah kemudian memanggil wali siswa untuk memberikan penjelasan. Namun, setelah pertemuan tersebut, siswa nan berkepentingan tidak kembali bersekolah. Situasi berkembang setelah muncul tudingan di media sosial nan menyebut adanya perundungan oleh pihak sekolah.

Pihak sekolah disebut telah berupaya membujuk siswa dan orang tuanya untuk kembali, namun tidak berhasil. Kasus tersebut kemudian diserahkan ke jalur norma setelah upaya penyelesaian melalui dinas pendidikan tidak membuahkan hasil. 

Dalam proses investigasi, pihak SPPG menyebut telah memantau kasus ini sejak April 2026. Sekolah juga telah berkoordinasi dengan dinas mengenai serta menjalani pemeriksaan di Polres Pemalang sebanyak enam kali, dengan konsentrasi utama pada rumor dugaan perundungan, bukan kritik terhadap MBG. 

Pada 2 Mei 2026, pihak sekolah kembali menjalani BAP di Polres Pemalang. Kemudian pada 4 Mei 2026, sekolah berjumpa dengan kuasa norma dan pihak mengenai untuk melanjutkan proses penyelesaian.

Hingga kini, proses penyelesaian kasus tetap berjalan dengan pendampingan kuasa norma dari tingkat provinsi. Pihak BGN menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas jasa MBG serta memastikan program melangkah optimal di lingkungan sekolah. 

Sementara itu, Kepala SDN 01 Banjaranyar, Sri Umbartiningsih, menyampaikan bahwa siswa di sekolahnya menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program MBG. 

"Siswa di sekolah kami sangat antusias adanya MBG. Ini dibuktikan dengan siswa nan menunggu ketika MBG dibagikan. Siswa sering kali meminta untuk menyantap MBG punya temannya nan tidak berangkat sekolah," kata Sri.

Pihak SPPG menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan serta memastikan program MBG melangkah optimal dan tepat sasaran di lingkungan sekolah. SPPG Pemalang Randudongkal 2 sendiri mulai beroperasional pada 1 September 2025. Kini telah melayani 3.608 penerima manfaat.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita