
BGN soal Insentif Dapur MBG Rp6 Juta per Hari hingga Jatah Rp500 Juta (Foto: Okezone)
JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) buka-bukaan soal insentif Rp6 juta per hari bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Kepala BGN Dadan Hindayana, insentif Rp6 juta per hari bagi SPPG strategis untuk mencegah pemborosan APBN. Dadan menyampaikan perihal tersebut untuk menanggapi rumor nan beredar bahwa kebijakan akomodasi SPPG merupakan kebijakan pemborosan.
Alokasi Insentif Rp6 Juta per Hari
Menurutnya, skema tersebut justru merupakan strategi nan efisien dan minim akibat untuk negara.
"Terdapat sejumlah prinsip mendasar dalam skema kemitraan tersebut. Pertama, Rp6 juta per hari bukanlah biaya pembangunan dari APBN, melainkan bagian dari sistem pembayaran jasa atas SPPG nan telah berjalan. Seluruh proses pembangunan bentuk dilakukan dengan investasi berdikari oleh mitra," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Dia menambahkan, seluruh akibat ditanggung sepenuhnya oleh mitra, mulai dari akibat pembangunan, penyelenggaraan operasional, evaluasi, hingga musibah alam. Sebagai contoh, ketika salah satu SPPG di Aceh terdampak banjir hingga mengalami kerusakan, kerugian sepenuhnya menjadi tanggung jawab mitra dan bukan BGN. Mitra wajib membangun kembali tanpa tambahan beban anggaran negara.
“Seperti di Aceh ketika SPPG tersapu banjir, maka nan rugi adalah mitra bukan BGN, mereka kudu bangun lagi. Jadi, kita memindahkan akibat total kepada mitra, oleh lantaran itu saya sampaikan Rp6 juta itu sangat efisien lantaran BGN tidak mengeluarkan satu rupiah pun untuk pemeliharaan, perbaikan dan lain-lain," ujar dia.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·