BGN Pecat Pegawai SPPG Ledek Siswi Keracunan MBG Hilang Ingatan

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Yogyakarta, CNN Indonesia --

Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta resmi memberhentikan Gerardus Permanaditya, pegawai SPPG Dlingo, Bantul nan meledek siswi lenyap ingatan asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara diduga akibat keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, menuturkan, keputusan pemberhentian terhadap Gerardus adalah bagian dari upaya menjaga standar perilaku, etika, dan profesionalitas seluruh jejeran dalam penyelenggaraan MBG.

"Kami menyayangkan adanya pernyataan tersebut. Setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, nan berkepentingan telah diberhentikan. Ini menjadi pelajaran bagi seluruh jejeran bahwa bekerja dalam Program MBG tidak hanya dituntut mempunyai keahlian teknis, tetapi juga mempunyai etika, empati, sensitivitas, dan tanggung jawab dalam berkomunikasi," kata Gagat dalam keterangan nan diterima, Minggu (21/9) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gagat menyampaikan, setiap kejadian menyangkut keamanan pangan kudu menjadi perhatian bersama. Saat muncul kasus masyarakat alias penerima faedah nan diduga terdampak, seluruh jejeran wajib mengedepankan rasa kemanusiaan, empati. Selain itu juga sikap saling menghormati dan bukannya menjadikan sebagai bahan candaan ataupun olok-olok.

Gagat turut mengingatkan seluruh jejeran SPPG untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial maupun menyampaikan pernyataan di ruang publik. Menurutnya, setiap pernyataan nan disampaikan oleh personel SPPG bisa memengaruhi persepsi masyarakat terhadap penyelenggaraan Program MBG secara keseluruhan.

"Kita kudu memahami sensitivitas persoalan nan sedang dihadapi masyarakat. Jangan sampai persoalan nan semestinya menjadi pembelajaran berbareng justru dikomentari dengan langkah nan tidak tepat. Empati dan saling menghormati kudu menjadi bagian dari budaya kerja kita," katanya.

Gagat selanjutnya menginstruksikan seluruh jejeran BGN Regional DIY untuk tidak berkepanjangan dalam polemik dan menjadikan persoalan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Dia memandang perhatian masyarakat terhadap Program MBG saat ini kian besar. Karena itu, seluruh SPPG kudu menunjukkan kinerja, kedisiplinan, keamanan pangan, kualitas makanan, pelayanan, dan komunikasi nan baik.

"Kami mengarahkan seluruh jejeran untuk konsentrasi bekerja. Tingkatkan kualitas pelayanan, pastikan keamanan pangan, laksanakan SOP, perkuat pengawasan, dan berikan pelayanan terbaik kepada penerima manfaat. Saat ini masyarakat memberikan perhatian nan besar terhadap Program MBG, maka jawab perhatian tersebut dengan keahlian nan semakin baik," imbuh Gagat.

Sebelumnya, seorang pegawai SPPG di Kabupaten Bantul, DIY, diduga mengolok-olok siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara nan lenyap ingatan diduga akibat keracunan MBG.

Dalam video beredar, pegawai itu meledek sang siswi saat dia mencicipi menu ayam katsu nan disebutnya dimasak sehari sebelum pengambilan gambar.

Peristiwa ini turut menuai reaksi keras dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia mengecam tindakan nan dilakukan oleh Gerardus.

"Perkataan oknum SPPG ini sangat disayangkan. Mari kita berbareng menjaga ruang publik nan kondusif dan ramah bagi semua. Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan," ungkap Gibran melalui unggahan resmi IG @gibran_rakabuming, Minggu (20/9).

Unggahan Gibran turut menampilkan video tindakan Gerardus nan menyantap ayam katsu sebagai mana nan beredar luas. Video itu disandingkan dengan video Gibran saat mengunjungi korban keracunan MBG di Karo, Sumatera Utara.

Gibran mengatakan Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga asal Kabupaten Karo nan sempat mengalami lenyap ingatan akibat keracunan MBG sekarang sudah pulang. Keduanya juga bakal kembali berguru setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSCM.

"Saat ini Agnesia dan Febiona telah kembali ke rumah masing-masing di Kab. Karo dan bakal masuk sekolah kembali," katanya.

(kum/isn)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional