Jakarta -
Pandemi COVID-19 tentu tetap melekat di ingatan masyarakat. Di era serba susah itu, orang-orang berkompetisi agar terus bugar, salah satunya dengan meracik rempah-rempah untuk dijadikan minuman sehat. Di masa ini pulalah Christine K. Purnama merintis upaya penemuan produk sehat dipadukan dengan pelestarian budaya.
Christine memulai upaya dengan induk Omah Sedap Nusantara dari dapur rumahan di tengah masa pandemi. Usaha Christine meliputi minuman tradisional nan diberi nama D'plok, Bonwied dengan beragam abon, dan La'Cookish nan berupa kuliner tradisiona Betawi kue biji ketapang mete dan wijen.
"Saya mulai upaya pada waktu itu pada waktu COVID di mana saya mulai dengan D'plok dulu, ialah bir pletok, kunyit, masam beras kencur. Jadi, nan untuk D'plok itu sendiri sudah BPOM dan ada halalnya, ada HAKI-nya sudah lengkap," tutur Christine saat ditemui di Fresh Market PIK, Jakarta Utara, Rabu (17/6/2026) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"D'plok lahir sebagai jawaban atas tantangan masa pandemi, membawa kembali kesegaran minuman tradisional Indonesia," imbuhnya.
Bonwie adalah produk kedua dari Omah Sedap Nusantara di mana Christine menyediakan abon lima jenis ialah ayam, sapi original, sapi pedas, serta abon jantung pisang (original dan wijen). Christine menyebut produk pangan sehat kewenangan setiap keluarga. Sementara itu, La'Cookish mempunyai kelebihan produk dengan bahan gluten-free (tepung mocaf) nan disebutnya juga sebagai upaya nyata melestarikan camilan unik Jakarta agar tetap relevan sekaligus menjadi opsi bagi konsumen nan sadar bakal kesehatan.
"Kemudian, sejalan dengan waktu, saya juga terkenang kenangan pada waktu kos, di mana dibawakan orang tua adalah abon," katanya.
Christine punya cita-cita produknya bisa menembus pasar ekspor. Karenanya, dia menciptakan abon pisang original dan wijen. "Saya develop abon jantung pisang wijen lantaran saya mau sekali abon ini bisa diekspor. Kalau diekspor kan untuk daging, kan ada pembatasan. Jadi saya membikin nan namanya abon jantung pisang wijen," kata dia.
Dirintis dari skala rumahan, upaya Christine nan memasuki usia nyaris 6 tahun sekarang bisa menembus pasar ritel modern. Bahkan, katanya, D'plok saat ini dipercaya untuk mensuplai kebutuhan salah satu hotel berbintang di Jakarta. Dirinya juga sudah hilir mudik mengikuti beragam bazar.
"Untuk D'plok ini biasanya di bazar-bazar, di pameran, dan kemarin sudah masuk ke hotel Bintang 5 ini nan untuk D'plok. Kemudian jika nan abon ini bisa ditemuin di beberapa titik poin ya, Bright Store Pertamina masuk, sama PLN pusat, instansi PLN pusat sudah masuk," ujar Christine.
UMKM bimbingan BRI nan meliputi minuman tradisional, biji ketapang hingga abon. Foto: Gibran Maulana/detikcom.
Jadi Binaan BRI, Berkembang Pesat
Christine nan dulunya pekerja ahli perlu banyak menimba pengetahuan ketika masuk ke bumi upaya makanan dan minuman. Dirinya mengaku sempat mengalami kebingungan di awal berusaha. Namun, Christine menemukan banyak jawaban setelah menjadi bagian Rumah BUMN BRI di Jakarta.
Rumah BUMN BRI merupakan pusat pembinaan UMKM nan dikelola BRI nan ditujukan untuk pemberdayaan UMKM agar bisa berkembang dan naik kelas.
"Saya mulai bisnis, saya dulunya kan pekerja ahli terus pensiun. Terus kemudian kan bingung nih, mulai dari kerja, kemudian bisnisnya sendiri kan, blank lah isinya. Dan itu saya untungnya saya berasosiasi dengan BRI," kata Christine.
Rumah BUMN BRI menghadirkan beragam kelas untuk UMKM mengembangkan diri. Dirinya mengaku dibimbing oleh BRI hingga bisa terus berinovasi dan berkembang. Salah satu akibat nyata berasosiasi ke Rumah BUMN BRI, kata Christine, ialah pengurusan sertifikasi halal.
"Di situ kan ada pelatihan-pelatihan. Jadi saya mulai tahu step by step istilahnya naik tangga ya, lantaran kan beda banget kan di profesional. Saya waktu itu sebagai auditor keamanan pangan gitu, loh, sekarang bumi baru lah," sebut Christine.
"Itu dari BRI itu kita dibimbing step by step. Jadi, misalnya, fasilitasi legal itu saya juga dapat dari BRI gitu. Jadi banyak dibantu sama BRI kayak legal gitu dibantu," imbuhnya.
Christine mengaku sudah berbareng Rumah BUMN BRI sedari 2021-2022. Hingga kini, Christine tetap aktif di Rumah BUMN BRI.
Koordinator Rumah BUMN Jakarta Jajang Rohmana menegaskan program nan ditawarkan pihaknya lebih dari pelatihan. Soal legalitas menjadi salah satu nan diberikan Rumah BUMN BRI untuk UMKM anggotanya.
Lengkapnya, Rumah BUMN BRI memberikan pelatihan, pendampingan, akses pendanaan, support untuk mengikuti pagelaran lokal dan internasional, hingga digitalisasi kepada UMKM.
"Semua aspek entrepreneur gitu. Sampai ke pajak-pajaknya, sampai ke perizinan-perizinannya, sampai ke pasarnya juga untuk nembus pasar ekspor juga kita ada programnya," urai Jajang.
Komitmen Rumah BUMN BRI ialah membantu UMKM lebih dikenal masyarakat dan memperluas pasar lewat program-program nan diberikan.
"Untuk mempertajam skill kewirausahaan, pendampingan digital, hingga akses permodalan dan jejaring pasar," ujar Jajang.
(gbr/gbr)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·