Ilustrasi(MI/AI)
MEMBEKUKAN daging dan unggas mentah merupakan salah satu metode paling andal untuk memperpanjang masa simpan. Meski begitu, terdapat perbedaan besar antara daya tahan daging agar tetap kondusif dikonsumsi dengan masa simpan agar kualitas rasa serta teksturnya tetap terjaga.
Daging dan unggas mentah nan disimpan secara terus-menerus pada suhu -18 derajat Celsius (0 derajat Fahrenheit) alias lebih rendah sebenarnya bakal tetap kondusif dikonsumsi tanpa pemisah waktu. Namun, seiring berjalannya waktu, udara kering di dalam freezer dapat mengurangi kelembapan daging. Proses ini memicu freezer burn (perubahan warna dan tekstur menjadi keras), mengoksidasi lemak, serta menimbulkan aroma nan kurang segar.
Untuk mempertahankan kualitas rasa terbaik, berikut adalah pedoman masa simpan daging kaku berasas jenisnya:
Batas Waktu Simpan Daging Berdasarkan Jenis Potongan
1. Daging Cincang dan Sosis
Daging giling (sapi, babi, domba, unggas) dan daging untuk stew mempunyai kualitas terbaik jika dikonsumsi dalam kurun 3 hingga 4 bulan. Sementara itu, sosis mentah hanya memperkuat 1 hingga 2 bulan.
Proses penggilingan membikin permukaan daging lebih banyak terpapar udara, sehingga mempercepat hilangnya kelembapan dan memicu aroma tengik dari lemak. Kandungan garam pada sosis juga mempercepat proses oksidasi lemak tersebut.
2. Steak, Daging Potong (Chops), dan Daging Panggang (Roasts)
USDA merekomendasikan penggunaan potongan daging sapi, babi, dan domba dalam rentang 4 hingga 12 bulan:
- Daging Panggang (Roasts): Potongan besar dan padat memperkuat paling lama, hingga 1 tahun, lantaran mempunyai rasio luas permukaan nan lebih mini dibanding massanya.
- Steak dan Chops: Potongan nan lebih tipis sebaiknya digunakan dalam kurun 4 hingga 6 bulan.
- Daging Babi: Lemak tak jenuh pada daging babi lebih sigap mengalami ketengikan dibandingkan lemak jenuh pada daging sapi alias domba, sehingga disarankan untuk diolah lebih awal.
3. Daging Iga (Ribs)
Iga babi maupun iga sapi mengikuti pedoman simpan antara 4 hingga 12 bulan. Bagian tulang nan tajam berisiko merobek pembungkus, sehingga bagian ujung tulang sebaiknya dilapisi freezer paper alias foil sebelum dibungkus rapat.
4. Daging Unggas
- Ayam/Kalkun Utuh: Bertahan hingga 1 tahun lantaran kulit dan bentuknya nan padat melindungi daging dari paparan udara.
- Potongan Unggas (Dada, Paha, Sayap): Bertahan hingga 9 bulan.
- Daging Unggas Cincang: Bertahan 3 hingga 4 bulan.
Cara Tepat Membungkus Daging Sebelum Dibekukan
Paparan udara merupakan penyebab utama penurunan kualitas daging. Metode vacuum seal adalah standar terbaik lantaran menyedot nyaris seluruh udara dari wadah.
Jika tidak mempunyai perangkat pemvakum:
- Tekan lembaran plastic wrap langsung pada permukaan daging untuk mengeluarkan udara.
- Lapisi kembali dengan aluminum foil tebal alias freezer paper, alias masukkan ke dalam kantong plastik unik freezer.
- Kemasan dari supermarket kurang rapat udara untuk jangka panjang. Jika mau membekukannya lebih dari 2 bulan, lapisi kembali bungkusan original tersebut.
- Bagi daging ke dalam porsi sekali masak dan pipihkan daging giling agar proses pembekuan serta pencairan lebih cepat.
- Berikan label berupa jenis potongan, berat, dan tanggal saat daging dimasukkan ke dalam freezer.
Mengenali Ciri Daging Beku nan Menurun Kualitasnya
Penurunan kualitas dapat dikenali melalui dua tanda utama:
- Freezer Burn: Muncul bercak kering berwarna abu-abu kecokelatan akibat paparan udara. Daging tetap kondusif dikonsumsi, namun teksturnya condong kering. Area nan terdampak mini dapat dipotong sebelum dimasak, sedangkan daging dengan freezer burn parah sebaiknya diolah dalam masakan berkuah seperti stew alias sup.
- Ketengikan (Oksidasi Lemak): Daging bakal mengeluarkan aroma dan rasa nan tidak segar setelah dimasak. Kondisi ini menandakan bahwa kualitas daging sudah sangat menurun.
(Martha Stewart/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·