Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie (kiri)(dok.istimewa)
WALI Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mendorong penguatan kerjasama antara pemerintah, keluarga, bumi pendidikan, bumi usaha, komunitas, dan masyarakat dalam upaya melindungi wanita dan anak dari beragam akibat sosial nan terus berkembang seiring perubahan zaman.
Menurut Benyamin, perlindungan wanita dan anak merupakan tanggung jawab berbareng nan memerlukan peran aktif seluruh pihak. Oleh lantaran itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat beragam program dan jasa nan bermaksud menciptakan lingkungan nan aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak serta pemberdayaan perempuan.
“Perempuan dan anak kudu mendapatkan perlindungan nan optimal. Mereka berkuasa hidup, tumbuh, dan berkembang dalam lingkungan nan kondusif serta terbebas dari beragam corak kekerasan, diskriminasi, maupun perlakuan nan merugikan,” ujar Benyamin pada Senin (22/6).
Ia menjelaskan, tantangan nan dihadapi wanita dan anak saat ini semakin kompleks. Selain persoalan kekerasan bentuk dan psikis, muncul pula beragam akibat baru di ruang digital nan memerlukan perhatian bersama.
Karena itu, Pemkot Tangsel terus meningkatkan upaya pencegahan melalui edukasi, sosialisasi, pendampingan, serta penguatan jasa perlindungan nan mudah diakses masyarakat. Langkah tersebut dilakukan agar setiap kasus nan terjadi dapat ditangani secara cepat, tepat, dan menyeluruh.
Dia juga menekankan agar korban kekerasan tidak takut melapor. Pemkot Tangsel menyiapkan nomor hotline Tangsel Siaga 112 alias WA ke 0813-8020-1112 nan bisa dihubungi selama 24 jam.
“Pencegahan kudu menjadi konsentrasi utama. Semakin kuat ketahanan family dan semakin tinggi kesadaran masyarakat, maka potensi terjadinya kekerasan terhadap wanita dan anak dapat ditekan,” katanya.
Selain memperkuat sistem perlindungan, Benyamin juga menekankan pentingnya literasi digital bagi anak-anak dan orang tua. Menurutnya, pemanfaatan teknologi kudu dibarengi dengan pemahaman nan baik agar anak-anak dapat terhindar dari beragam ancaman di ruang digital.
“Perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru. Karena itu, pendampingan orang tua dan edukasi digital menjadi sangat krusial agar anak-anak dapat memanfaatkan teknologi secara bijak dan aman,” tuturnya.
Benyamin menambahkan bahwa keberhasilan perlindungan wanita dan anak tidak dapat dicapai hanya melalui program pemerintah. Diperlukan sinergi seluruh komponen masyarakat untuk membangun lingkungan nan peduli, responsif, dan berani melaporkan andaikan menemukan indikasi kekerasan maupun pelanggaran kewenangan wanita dan anak.
Pemkot Tangsel, lanjutnya, bakal terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan wanita dan anak memperoleh hak-haknya secara optimal, baik dalam bagian pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, maupun kesempatan untuk berkembang.
“Ketika wanita merasa kondusif dan berdaya, serta anak-anak tumbuh dalam lingkungan nan sehat dan terlindungi, maka kita sedang membangun fondasi nan kuat bagi masa depan Kota Tangerang Selatan. Ini adalah tanggung jawab berbareng nan kudu terus kita jaga dan perkuat,” pungkas Benyamin. (Cah/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·