Bentrokan Maut di Menteng Berujung 7 Tersangka Dijerat

Sedang Trending 19 jam yang lalu
Jakarta -

Bentrokan maut nan terjadi di area Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus), menyebabkan satu jiwa dari sekelompok orang tewas. Rangkaian bentrok berawal dari bunyi kebisingan knalpot kendaraan bermotor, berujung tujuh orang tersangka. Seluruh pihak diajak untuk menjaga kedamaian dan ketenangan Ibu Kota.

Kericuhan berasal di salah satu letak pedagang nasi uduk, kemudian bentrok merembet hingga ke Jalan Tambak, Menteng, menyebabkan satu orang tewas. Satu orang meninggal bumi setelah dibawa ke rumah sakit (RS) akibat bentrok tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut peristiwa pertama mengenai perusakan. Peristiwa ini diawali oleh salah satu golongan nan tidak terima ditegur penduduk lantaran menggunakan knalpot berisik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kejadian ini berasal dari bunyi kebisingan knalpot. Kebisingan knalpot, sehingga mengganggu penduduk lainnya. Dan ini diteriaki, sehingga nan berkepentingan tidak terima, kembali ke letak tetapi nan meneriaki sudah tidak ada di letak kejadian," kata Budi di Jalan Matraman Dalam, Senin (27/7).

Aparat berjaga di sekitar letak TKP bentrok aut di Menteng, Jakpus.Aparat berjaga di sekitar letak TKP bentrok aut di Menteng, Jakpus. (Adrial Akbar/detikcom)

Kelompok nan ditegur penduduk itu emosi, kemudian melakukan perusakan kepada gerobak nasi uduk pedagang. Warga tidak terima atas perusakan itu, sehingga terjadi peristiwa kedua ialah kericuhan dan ada penganiayaan.

"Sehingga dilakukan keributan, sehingga terjadi keributan dan mengakibatkan penganiayaan, sehingga ada korban nan luka dan meninggal dunia," ujarnya.

Dua peristiwa ini sekarang ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya berbareng Polres Jakarta Pusat. Budi menyebut dua belah pihak sudah sepakat agar kasus ini ditangani oleh kepolisian.

"Bahwa dua peristiwa nan terjadi ini saat ini ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya berbareng Polres Metro Jakarta Pusat," tuturnya.


Polisi Tetapkan 7 Tersangka Terkait Bentrokan Maut

Polisi telah menetapkan tujuh tersangka dari peristiwa kericuhan maut di area Jalan Tambak, Menteng. Ketujuh tersangka ditetapkan atas perusakan gerobak pedagang dan kejadian penganiayaan dalam peristiwa bentrokan.

"Empat orang tersangka terhadap perusakan gerobak warga. Ini juga dari keterangan delapan saksi, termasuk petunjuk dari CCTV dan alat-alat bukti lainnya," kata Budi.

Empat tersangka perusakan itu berinisial GNA, AJL, FAM, dan ELL. Selain itu, polisi juga menetapkan tiga tersangka lainnya dalam peristiwa pengeroyokan hingga berujung satu orang tewas.

"Untuk perkara perusakan ini inisial GNA, AJL, FAM, dan ELL. Untuk perkara pengeroyokan itu ada tiga: SK, AS, dan OR," ujarnya.

Budi menyebut tersangka dari peristiwa perusakan bukan penduduk Matraman. Sedangkan tersangka peristiwa penganiayaan adalah penduduk Matraman.

"Yang golongan perusakan adalah salah satu golongan nan bukan penduduk dari Matraman, tetapi nan penganiayaan adalah salah satu penduduk setempat," ucapnya.


Lokasi Bentrokan Maut Sudah Kondusif

Polisi memastikan bahwa kondisi di letak bentrok Jalan Tambak dan area Matraman sudah kondusif dan kondusif. Polisi menempatkan sejumlah personel campuran untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban warga.

"Kita sama-sama memandang juga di letak ini aktivitas UMKM sudah melangkah dengan normal, aktivitas masyarakat melangkah dengan normal. Masih tetap dilakukan pengamanan dari pihak Polda Metro Jaya termasuk dari Kodam Jaya," kata Kombes Budi di lokasi.

Polisi menegaskan dua belah pihak sudah sepakat bahwa perkara ini ditangani oleh kepolisian. Polisi memastikan bakal selalu menyampaikan perkembangan mengenai pengusutan peristiwa tersebut.

Budi meminta agar semua pihak menjaga kondusivitas, diharapkan tidak ada pihak nan memicu perpecahan antarmasyarakat. "Kita kudu sama-sama bijak dalam menyampaikan info di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.


Pramono Minta Warga Tak Terprovokasi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi setelah bentrok antarwarga nan terjadi di Jalan Tambak, Menteng. Pramono membujuk penduduk bersama-sama menjaga kondusivitas Ibu Kota melalui semangat 'Jaga Jakarta'.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentunya menyampaikan keprihatinan nan sangat mendalam, sedih, bersungkawa dengan peristiwa nan terjadi di area Matraman," kata Pramono saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta.

Pramono mengatakan dia telah menginstruksikan seluruh jejeran Pemprov Jakarta untuk berkoordinasi dengan abdi negara penegak norma serta para tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga tokoh pemuda guna mencegah bentrok meluas.

"Saya telah melakukan dan menginstruksikan kepada jejeran Pemerintah DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan abdi negara penegak hukum, dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, guna menjaga situasi agar tetap melangkah dengan kondusif dan damai," ujarnya.

Mantan Seskab itu juga meminta abdi negara penegak norma mengusut tuntas peristiwa tersebut sesuai dengan ketentuan nan berlaku. "Pemerintah Jakarta sepenuhnya meletakkan angan setinggi mungkin kepada abdi negara penegak norma untuk menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik, melakukan penyelidikan, investigasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan nan berlaku," ucapnya.

Personel campuran TNI dan Polri disiagakan di area Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026), untuk mengamankan situasi pascabentrokan antarkelompok nan menewaskan satu orang dan menyebabkan satu korban lainnya mengalami luka kritis.Personel campuran TNI dan Polri disiagakan di area Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026), untuk mengamankan situasi pascabentrokan antarkelompok nan menewaskan satu orang dan menyebabkan satu korban lainnya mengalami luka kritis. (Gilang Faturahman/detikfoto)

Pramono secara unik mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan nan dapat memperkeruh keadaan. Menurut dia, penyebaran info nan tidak betul berpotensi memicu bentrok makin meluas.

"Sebagai Gubernur Jakarta saya mengimbau kepada semua masyarakat kita untuk kepala dingin, tidak melakukan tindakan provokasi nan berpotensi untuk memperluas konflik, tidak menyebarkan info alias disinformasi nan tidak berasas fakta, dan tidak merusak akomodasi umum," katanya.

Pramono kembali membujuk seluruh penduduk menjaga Jakarta agar situasi tetap kondusif dan kondusif. "Sekali lagi saya mengajak, seperti perihal nan selalu berulang kali saya sampaikan, Jakarta ini perlu kita jaga bersama-sama, maka Jaga Jakarta menjadi krusial dalam kondisi nan seperti ini," lanjutnya.

Di sisi lain, Pemprov Jakarta telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali. Pramono membujuk penduduk Jakarta dengan semangat 'Jaga Jakarta'.

"Jadi kami telah melakukan koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah DKI Jakarta untuk menjaga ini agar kondusif. Karena tagline Jaga Jakarta ini memang kita gunakan berbareng dan saya percaya mudah-mudahan sekarang ini nan di lapangan sudah mulai tenang, tidak tersulut lagi dengan hal-hal nan berkembang nan terjadi lantaran disinformasi," imbuhnya.


Warga dan Pihak Korban Ajak Semua Pihak Damai

Pengurus RT 08/RW 04 Pegangsaan, Menteng, menggelar mediasi dengan family korban nan tewas dalam bentrok di area Menteng. Dalam pertemuan nan difasilitasi Polda Metro Jaya itu, kedua belah pihak sepakat berbaikan dan menyerahkan sepenuhnya proses norma kepada kepolisian.

"Perihal dengan kejadian nan kemarin, kami sudah dipertemukan oleh Bapak Kapolda maupun dengan aparatnya setempat. Di mana kami ditemukan dengan daripada perwakilan daripada penduduk dari pihak nan telah meninggal dunia," ujar Ketua RT 08/RW 04 Pegangsaan, Ica Risanggeni, kepada wartawan di depan Gedung Promoter, Polda Metro Jaya.

Ica juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban. Ica berambisi seluruh warga, khususnya di wilayah Matraman dan sekitarnya, dapat menjaga situasi tetap kondusif dan kondusif.

"Terutama juga kami ucapkan sedalam-dalamnya turut bersungkawa cita atas meninggalnya rekan kita atas kejadian nan kemarin. Dan saya berambisi pun juga untuk semua penduduk nan berada di letak Matraman sekitarnya. Mohon kita dapat menjaga kondusif daripada keamanan setempat," jelasnya.

Ica turut membujuk penduduk untuk melanjutkan berbisnis di letak kericuhan, setelah mediasi itu, kedua belah pihak nan bertikai telah berdamai. "Dan tidak usah takut bagi warga-warga nan mau berdagang, silakan dilanjutkan saja. Kami sudah berbaikan dengan pihak dari perwakilan dari pihak nan telah meninggal bumi dengan Bapak Dami," jelasnya.

Pada kesempatan nan sama, perwakilan family korban, Dami Renjaan mengungkapkan penyesalan atas apa nan telah terjadi kepada korban. Pihak family menyerahkan seluruh proses norma kepada pihak kepolisian.

"Kami perlu menyampaikan bahwa pertama-tama tentunya kami dari family korban nan meninggal bumi atas nama Paskalis, kami menyesalkan kejadian nan telah terjadi, nan menimpa adik dan kerabat kami. Meskipun demikian, saat ini kami menyerahkan seluruh proses norma kepada abdi negara penegak hukum," ujarnya.

"Kami percaya dan percaya bahwa abdi negara penegak norma dapat bekerja secara ahli dan setara dalam menyelesaikan persoalan ini, sehingga memberikan rasa keadilan bagi kita semua," tambahnya.

Perwakilan penduduk dan korban bentrok maut di Menteng usai mediasi di Polda Metro Jaya (Devi/detik)Perwakilan penduduk dan korban bentrok maut di Menteng usai mediasi di Polda Metro Jaya. (Devi/detik)

Dami mengimbau seluruh penduduk dan pihak mana pun untuk menjaga keamanan dan ketertiban Jakarta. Dami membujuk semua pihak menyerahkan sepenuhnya proses norma kepada abdi negara penegak hukum.

"Yang kedua, kami mengimbau kepada semua family nan ada di Indonesia timur maupun semua family di mana pun berada, mari kita kembali menjaga keamanan dan ketertiban. Kita serahkan sepenuhnya kepada abdi negara penegak hukum. Kita percaya dan percaya sekali lagi bahwa proses ini dapat melangkah dengan baik dan dapat memberikan keadilan bagi kita semua," tuturnya.

"Mungkin itu saja dari kami family korban nan meninggal dunia. Terima kasih atas atensi dari Bapak Kapolda beserta jajarannya, pihak kepolisian nan membantu kami memfasilitasi semua pertemuan ini maupun proses-proses norma nan telah berjalan. Kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian semoga melangkah dengan baik," tutupnya.

(rfs/rfs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News