Benarkah Kopi Bisa Cegah Kejang pada Bayi? Ini Penjelasan Dokter

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Benarkah Kopi Bisa Cegah Kejang pada Bayi? Ini Penjelasan Dokter

Bayi minum kopi. (Foto: Freepik)

BANYAK anggapan berkembang mengenai perawatan bayi di masyarakat. Salah satunya nan sering terdengar adalah memberikan kopi kepada bayi dapat mencegah kejang.

Namun, apakah dugaan tersebut betul adanya? Ataukah tidak ada support bukti ilmiah dan justru berpotensi membahayakan kesehatan bayi?

1. Kopi Bukan Cara untuk Mencegah Kejang pada Bayi

Dokter ahli anak, dr. Atika Nurmalitasari, Sp.A, dalam aktivitas Morning Zone nan tayang di Youtube Okezone menjelaskan bahwa pemberian kopi kepada bayi untuk mencegah tegang merupakan mitos nan perlu diluruskan. dr. Atika mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memberikan kopi maupun bahan lain kepada bayi, terutama nan berumur di bawah enam bulan.

Mitos mengenai pemberian kopi kepada bayi kerap diwariskan secara turun-temurun. Sebagian orang meyakini bahwa memberikan sedikit kopi dapat membantu mencegah bayi mengalami kejang.

Namun, menurut dr. Atika, dugaan tersebut tidak benar. Pemberian kopi tidak terbukti dapat mencegah tegang pada bayi.

Sebaliknya, kopi mengandung kafein nan dapat memengaruhi sistem saraf dan kerja jantung. Pada bayi dan anak kecil, paparan kafein nan tidak tepat dapat menimbulkan pengaruh nan tidak diinginkan.

Karena itu, orangtua sebaiknya tidak menjadikan kopi sebagai upaya pencegahan tegang ataupun sebagai pengobatan ketika bayi mengalami kondisi tersebut.

“Tidak betul (kopi bisa cegah tegang pada bayi). Memang tetap banyak mitos nan beredar di masyarakat, salah satunya dugaan bahwa pemberian kopi dapat mencegah tegang pada bayi,” ujar dr. Atika.

“Ada juga beragam bahan lain nan dipercaya mempunyai faedah serupa. Padahal, dugaan tersebut hanyalah mitos,” lanjutnya.

2. Mengapa Kopi Berbahaya bagi Bayi?

Kafein merupakan unsur stimulan nan dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf. Pada orang dewasa, kafein dapat menimbulkan pengaruh seperti jantung berdebar dan kesulitan tidur. Efek serupa juga dapat terjadi pada anak, dengan akibat nan perlu diperhatikan lantaran tubuh mereka tetap berkembang.

dr. Atika menyebut bahwa konsumsi kopi dapat mengganggu degub jantung dan menyebabkan takikardia, ialah kondisi ketika jantung berdebar lebih sigap dari normal. Kafein juga dapat mengganggu pola tidur.

Risiko tersebut menjadi perhatian unik pada bayi, terutama bayi berumur di bawah enam bulan, nan tetap berada dalam tahap awal perkembangan. Selain itu, kadar kafein dalam kopi dapat bervariasi, sehingga pemberian kopi kepada bayi tanpa pengawasan medis berisiko menimbulkan paparan nan tidak terukur.

“Justru, pemberian kopi kepada anak-anak, terutama nan berumur di bawah dua tahun, perlu dihindari lantaran berisiko bagi kesehatan. Kopi mengandung kafein nan dapat memengaruhi degub jantung, menyebabkan takikardia alias kondisi ketika jantung berdebar lebih sigap dari normal, serta mengganggu pola tidur,” ucap dr. Atika.

“Risikonya perlu lebih diperhatikan andaikan kopi diberikan kepada bayi nan tetap sangat kecil, terutama nan berumur di bawah enam bulan,” lanjutnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑