
Perempuan sakit. (Foto: Freepik)
INFEKSI menular seksual (IMS) tidak boleh dianggap sepele. Jika tidak segera ditangani, jangkitan tersebut dapat berkembang.
Bahkan, ada dugaan jangkitan menular seksual dapat menimbulkan komplikasi nan berpotensi mengganggu kesuburan wanita. Lantas, apakah dugaan itu betul alias mitos semata?

1. Infeksi Menular Seksual Picu Kemandulan Wanita jika Dibiarkan?
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Columbia Asia BSD, dr. Fadhilah Akhdasari, Sp.OG, dalam aktivitas Morning Zone nan tayang di Youtube Okezone menjelaskan, IMS nan dibiarkan hingga menimbulkan komplikasi memang dapat menyebabkan seorang wanita mengalami kesulitan untuk mengandung di kemudian hari.
Salah satu komplikasi nan perlu diwaspadai adalah terjadinya jangkitan pada organ reproduksi wanita. Peradangan nan muncul akibat jangkitan dapat memengaruhi kondisi rahim maupun saluran reproduksi.
Pada saluran telur alias tuba falopi, misalnya, peradangan dapat menyebabkan pembengkakan dan perubahan pada jaringan. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kegunaan saluran telur dan membikin proses terjadinya kehamilan menjadi lebih sulit.
Selain itu, jangkitan juga dapat memicu penyakit radang panggul (PID). Peradangan pada area panggul dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut alias perlengketan pada organ reproduksi.
“Betul (infeksi menular seksual bisa memicu kemandulan wanita andaikan dibiarkan). Memang benar,” ujar dr. Fadhilah.
“Infeksi menular seksual nan dibiarkan artinya pada waktu ke depannya bisa muncul komplikasi-komplikasi nan bisa membikin misalnya pada rahim, dia membikin jangkitan dindingnya jadi kurang baik,” lanjutnya.
“Atau pada tuba, pada saluran telur, dia menjadi bengkak. Atau permukaan bongkosannya jadi tidak oke. Sehingga jadi susah hamil,” jelas dr. Fadhilah.
“Atau jadi jangkitan radang panggul nan bikin perleketan. Itu juga bisa saja jadi penyebab, jadi susah mengandung di kemudian hari. Memang benar,” sambungnya.
2. Tidak Semua IMS Langsung Menyebabkan Kemandulan
Risiko gangguan kesuburan terutama berangkaian dengan IMS nan tidak ditangani dan kemudian berkembang menjadi komplikasi. Artinya, pemeriksaan IMS tidak otomatis berfaedah seorang wanita bakal mengalami kemandulan.
Semakin sigap jangkitan diketahui dan mendapatkan penanganan nan sesuai, semakin besar kesempatan komplikasi dapat dicegah. Karena itu, pemeriksaan dan pengobatan menjadi bagian krusial dalam menjaga kesehatan reproduksi.
Wanita nan mengalami indikasi nan mengarah pada IMS, mempunyai pasangan dengan IMS, alias merasa mempunyai akibat paparan sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan nan tepat.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·