Buah nan semakin matang mempunyai kandungan gula lebih tinggi.(Dok. Magnific)
BANYAK orang bertanya-tanya apakah rasa manis pada buah nan matang menandakan peningkatan kadar gula alias sekadar perubahan cita rasa. Faktanya, kandungan gula sederhana pada banyak jenis buah memang meningkat seiring proses pematangan akibat proses biokimia alami.
Peningkatan rasa manis ini bukan disebabkan oleh penyerapan gula dari luar, melainkan hasil konversi pati (starch) nan tersimpan di dalam buah. Saat buah tetap muda, karbohidrat dominan dalam corak pati, namun enzim bakal memecahnya menjadi gula sederhana seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa saat matang.
Proses Perubahan Pati Menjadi Gula
Mengutip penjelasan dari Science Buddies, proses pematangan pada buah seperti pisang, mangga, pir, dan pepaya melibatkan pemecahan pati secara sistematis. Selain memberikan rasa manis, perubahan ini berfaedah sebagai sumber daya bagi biji untuk menyelesaikan perkembangannya serta menarik hewan untuk membantu penyebaran biji.
Selain kadar gula, struktur bentuk buah juga berubah. Menurut Science ABC, pigmen klorofil bakal terurai sehingga warna buah berubah dari hijau menjadi kuning alias merah. Aktivitas enzim juga memecah pektin pada tembok sel, nan menyebabkan tekstur buah menjadi lebih lunak dan lembut saat dikonsumsi.
Dampak pada Kalori dan Nutrisi
Meskipun kandungan gula sederhana meningkat, total kalori pada buah matang tidak mengalami lonjakan signifikan. Hal ini dikarenakan gula tersebut berasal dari perubahan corak karbohidrat nan sudah ada sebelumnya, bukan penambahan massa karbohidrat baru.
Kandungan vitamin dan antioksidan juga berkarakter dinamis. Pada beberapa buah, kadar vitamin C dapat meningkat hingga titik kematangan tertentu sebelum akhirnya menurun jika buah terlalu matang alias disimpan terlalu lama.
Bagi perseorangan nan perlu mengontrol kadar gula darah, mengonsumsi buah nan belum terlalu matang bisa menjadi pilihan lantaran kadar patinya tetap tinggi dengan indeks glikemik nan lebih rendah. Namun secara umum, buah matang tetap menjadi sumber nutrisi nan sehat lantaran kaya bakal serat dan mineral nan membantu metabolisme tubuh. (Science Buddies/Science ABC/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·