
Ilustrasi mencuci beras. (Foto: dok Magnific)
JAKARTA - Mencuci beras sebelum dimasak mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang. Namun, rupanya tak semua jenis beras kudu dicuci. Kebutuhan untuk mencuci beras berjuntai pada jenis beras, masakan nan dibuat, serta tekstur nan mau dihasilkan.
Melansir Eating Well, para mahir mengungkapkan, mencuci beras bisa menghasilkan nasi nan lebih pulen dan butirannya tak terlalu lengket. Namun, pada hidangan tertentu, pati nan menempel pada beras justru dibutuhkan untuk menghasilkan tekstur nan khas.
Alasan Beras Perlu Dicuci
Beras nan sudah melalui proses penggilingan sebenarnya sudah bersih. Namun, gesekan antarbutir beras selama proses pengolahan alias pengemasan dapat menghasilkan serbuk pati nan sangat lembut dan menempel di permukaan beras.
Pada beras putih, lapisan kulit, lembaga, dan bekatul telah dihilangkan sehingga bagian dalam biji nan mengandung pati menjadi lebih terbuka. Karena itu, beras putih biasanya memerlukan proses pencucian nan lebih banyak.
Mencuci beras juga bisa menghilangkan debu alias kotoran nan mungkin menempel selama proses dari lahan hingga pengemasan.
Namun, sebenarnya tak semua beras perlu dicuci. Pada beberapa hidangan, pati nan menempel pada beras justru menjadi bagian krusial dari hasil akhirnya.
Salah satunya adalah paela nan menggunakan beras berbutir pendek. Pati dari beras membantu membentuk tekstur unik sekaligus membikin lapisan nasi nan renyah di bagian dasar wajan.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·