Brand modest fashion lokal Benang Jarum menghadirkan koleksi teranyar; kali ini, dengan sentuhan siluet menarik dan penuh motif unik desainer Rama Dauhan. Benang Jarum dan Rama Dauhan bekerja-sama dalam koleksi berjudul Hujan Bulan Juni; lini busana nan memadukan sisi puitis dengan keberagaman motif.
Resmi dirilis pada Sabtu (25/7) lalu, koleksi Hujan Bulan Juni menawarkan busana berpotongan sederhana nan dihiasi dengan twist nan memberikan keunikan. Menurut Creative Director Benang Jarum, Miftahul Jannah, kerjasama ini menyatukan identitas Benang Jarum nan elegan dan Rama Dauhan nan ekspresif.
“Benang Jarum mau menghadirkan koleksi nan lebih eksploratif, mulai dari permainan motif, warna, hingga siluet. Adalah sebuah kehormatan bagi kami dapat bekerja-sama dengan Rama Dauhan dan menghadirkan interpretasi baru dari Hujan Bulan Juni lewat koleksi nan tetap wearable, tetapi mempunyai karakter nan berbeda,” jelas Miftahul Jannah di Puja Bumi Kenduri, Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (25/7).
Inspirasi dari koleksi ini diambil dari karya sastra dari penyair ternama Tanah Air, Sapardi Djoko Damono. Puisi ini adalah ungkapan hati soal cinta tak terungkap, lewat metafora hujan nan menyimpan rindu, jejak nan dihapus, dan rasa nan tak terucap. Menurut Rama, puisi ini sangatlah dekat di hati.
“Aku mengambil inspirasi dari Kota Lasem. Ini adalah tempat dengan akulturasi budaya nan kental, antara Chinese, Muslim, dan juga Indonesia. Itu saya ambil lantaran koleksi ini relate secara personal; ada China, Muslim, dan Indonesia. Itu adalah sumber inspirasi nan saya elaborasi ke dalam koleksi Hujan Bulan Juni ini,” jelas Rama Dauhan.
Pesta Motif dan Tabrak Warna
Koleksi Hujan Bulan Juni menghadirkan deretan pakaian yang penuh dengan motif. Salah satu motif nan cukup prominen adalah motif lingkaran bertumpuk nan disebut oleh Rama dan Miftahul sebagai “telur ceplok”.
“Karena unik dan juga bisa jadi karakter unik dari koleksi ini. Jadi untuk beberapa tulisan busana lainnya, kita cukup banyak menggunakan motif ini, nan kita sebut telur. Agak retro, tapi tetap feminin, tapi juga tetap maskulin. Karena motifnya ini juga kita kembangkan sendiri,” jelas Miftahul.
Palet warna nan dihadirkan didominasi rona merah dan merah muda serta sentuhan biru dan abu. Sementara itu, sebagai pengisi motif, warna kuning hingga oranye turut datang sebagai aksen.
Sementara itu, untuk siluet, Rama Dauhan tetap mempertahankan karakter unik Benang Jarum, ialah busana modest dengan potongan lenggang nan bersiluet simpel; busana basic nan bisa dikenakan di beragam situasi.
Terdapat deretan scarf untuk melengkapi tampilan, outer untuk bermain layerig, rok panjang, celana, hingga deretan dress. Selain itu, untuk pertama kalinya, Benang Jarum menghadirkan koleksi uniseks nan juga bisa dikenakan oleh laki-laki.
Meskipun koleksi ini didominasi capsule wardrobe yang simpel, Rama tetap menghadirkan twist lewat beberapa sentuhan berbeda, seperti dress dan kemeja nan dibuat asimetris.
“Ini adalah basic with a twist. Karena, saya dalam setiap desain, selalu ada nan kudu saya tweak, saya twist. Jadi, cukup menantang, ya, bikin kreasi nan basic, tapi ada perincian nan orang-orang mungkin gak terlalu notice, tapi tetap impactful,” papar Rama.
Tak hanya bermain motif, siluet, dan warna, koleksi ini juga menghadirkan permainan menarik lewat tekstur. Sejumlah tulisan busana datang dengan perincian pleats bergelombang nan unik, menciptakan pergerakan nan unik pada garmen.
Koleksi Hujan Bulan Juni oleh Benang Jarum dan Rama Dauhan ini sudah tersedia di situs resmi, aplikasi, dan gerai resmi Benang Jarum, Ladies. Item dalam lini ini dijual mulai dari Rp 325 ribu. Kamu tertarik?
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·