Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Dia menuturkan bahwa konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari, sementara lifting minyak Indonesia hanya 600.000 barel per hari. Sehingga, Indonesia kudu impor minyak 1 juta barel per hari.
Untuk itu, Bahlil menekankan pentingnya kerja sama daya tersebut. Terlebih, kondisi bumi penuh ketidakpastiaan lantaran eskalasi bentrok nan meningkat di Timur Tengah.
"Di tengah kondisi dunia nan seperti ini, kita kudu bisa mencari cadangan-cadangan minyak dari beragam sumber, tidak hanya dari satu negara tapi di nyaris semua negara," jelas Bahlil, Kamis.
Selain itu, kata Bahlil, Rusia juga siap membangun beberapa prasarana krusial untuk meningkatkan persediaan dan ketahanan daya Indonesia. Dia juga menyebut Rusia siap mendukung kebutuhan LPG Indonesia.
"Kita tahu bahwa LPG kita kurang lebih sekitar 7 juta ton setiap tahun kita impor dan sekarang kita lakukan diversifikasi dan Insya Allah kita juga bakal mendapat support," ujarnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·