
Pembalap Tim Gresini Ducati, Alex Marquez. (Foto: Instagram/alexmarquez73)
BURIRAM – Musim MotoGP 2026 nan bakal dibuka di Sirkuit Buriram, Thailand, akhir pekan ini menjadi babak baru bagi pembalap Gresini Ducati, Alex Marquez. Setelah tampil sebagai kejutan besar tahun lalu, pembalap asal Spanyol ini merasa jauh lebih siap menghadapi tekanan perebutan gelar juara dunia.
Statusnya bukan lagi sekadar pelengkap grid, melainkan penantang serius nan sekarang dibekali senjata utama, ialah pengalaman pahit dan manis dari musim sebelumnya. Belum lagi Alex juga dipercaya Ducati untuk menggunakan motor terbaru di MotoGP 2026.
1. Petik Pelajaran Berharga
Pada MotoGP 2025, Alex sempat mengguncang paddock dengan tujuh podium kedua berturut-turut di awal musim dan kemenangan emosional di Sirkuit Jerez, Spanyol. Namun, transisi mendadak dari anak bawang menjadi kandidat juara diakui sempat membuatnya kehilangan arah.
Salah satu tantangan terbesar Alex tahun lampau adalah menghadapi situasi nan belum pernah dia alami sebelumnya, berduel langsung dengan kakaknya sendiri, Marc Marquez, di barisan depan. Alex mengakui pada pertengahan musim 2025, dia terlalu terobsesi pada klasemen sehingga kandas memaksimalkan potensi motornya.
Hal inilah nan memicu serangkaian kesalahan fatal di beberapa seri seperti Brno dan Balaton Park. Namun, sekarang dia sudah belajar banyak dan siap untuk berkompetisi dengan Marquez di MotoGP 2026.
Alex Marquez. (Foto: Instagram/alexmarquez73)
“Saya tidak mempunyai pengalaman sebelumnya dalam memperebutkan gelar juara bumi MotoGP alias melawan Marc alias rival lainnya. Saya hanya mengawasi mereka dari jauh dalam beberapa musim terakhir, hingga tahun 2025, jadi agak aneh,” cerita Alex, melansir dari Crash, Jumat (27/2/2026).
“Saya rasa pada satu momen di musim itu, saya terlalu memikirkan kejuaraan dan tidak memanfaatkan sepenuhnya keahlian motor. Saat itulah saya mulai melakukan kesalahan-kesalahan itu – di Brno, Balaton Park, dan sebagainya,” tambahnya.
Alex menyadari memikirkan kejuaraan terlalu awal justru menjadi bumerang. Musim ini, dengan bekal memori kegagalan tersebut, Alex berkeinginan untuk tidak mengulangi kesalahan nan sama dan tetap konsentrasi balapan demi balapan demi mengekstrak potensi penuh dari motornya.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·