Kegiatan Bekasipreneur Camp 2026 digelar di Bumi Perkemahan Karang Kitri, Desa Karangmulya, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, selama dua hari, 11–12 Juli.(DOK.PEMKABBEKASI)
BEKASIPRENEUR Camp 2026 resmi dibuka di Bumi Perkemahan Karang Kitri, Desa Karangmulya, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 11–12 Juli. Kegiatan nan diinisiasi oleh Forum UMKM Nusantara ini bermaksud memperkuat kapabilitas kewirausahaan serta memperluas jejaring upaya bagi pelaku UMKM, wirausaha muda, hingga pelajar.
Mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha, menyatakan bahwa arena ini merupakan wadah kerjasama strategis antara pemerintah, kementerian, bumi usaha, dan pelaku UMKM. Fokus utamanya adalah mencetak wirausaha nan handal dan mempunyai daya saing tinggi.
Wadah Kolaborasi dan Motivasi Bisnis
Iman Nugraha menjelaskan bahwa kehadiran beragam kementerian dan organisasi pengusaha dalam aktivitas ini menunjukkan besarnya support terhadap pengembangan sektor UMKM di Kabupaten Bekasi. Konsep aktivitas nan dikemas dalam suasana perkemahan selama dua hari memberikan pengalaman belajar nan unik bagi para peserta.
"Kami berambisi aktivitas ini bisa memberikan semangat, wawasan, dan motivasi kepada para pelaku upaya agar terus berkembang, mempunyai daya saing, serta bisa memanfaatkan kesempatan pasar nan lebih luas," ujar Iman.
Selain sesi obrolan dan berbagi pengalaman, para peserta juga mendapatkan pembekalan langsung dari praktisi upaya dan narasumber kementerian. Iman menambahkan bahwa Plt Bupati Bekasi menekankan pentingnya membangun jejaring dengan bumi usaha, termasuk area industri, agar produk lokal Bekasi dapat masuk ke dalam rantai pasok industri besar.
Memperkuat Ekonomi Kerakyatan
Dukungan juga datang dari tingkat pusat. Staf Khusus Bidang Ekonomi Produktif dan Kreatif Menteri Koperasi, Ambar Pertiwi Ningrum, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Bekasipreneur Camp. Menurutnya, aktivitas ini sukses menyatukan beragam elemen, mulai dari koperasi, bumi pendidikan, hingga pemerintah, dalam satu ruang kolaborasi.
Ambar menilai UMKM dan koperasi adalah dua pilar nan saling melengkapi dalam membangun ekonomi di tingkat desa dan kelurahan. Melalui edukasi dan ekspansi jejaring di aktivitas ini, diharapkan pelaku ekonomi lokal dapat berkembang secara berkelanjutan.
"Mudah-mudahan Bekasipreneur Camp menjadi awal lahirnya semakin banyak wirausaha muda nan tangguh, UMKM nan naik kelas, serta bisa menginspirasi wilayah lain dalam membangun ekosistem kewirausahaan nan kuat," pungkas Ambar. (AK/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·