Anggie Ariesta
, Jurnalis-Senin, 20 April 2026 |10:39 WIB

BEI resmi mulai mengimplementasikan sistem Liquidity Provider. (Foto: Okezone.com/IMG)
JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mulai mengimplementasikan sistem Liquidity Provider (penyedia likuiditas) saham pada hari ini. Langkah ini bermaksud untuk memperdalam pasar serta meningkatkan efisiensi perdagangan di pasar modal Indonesia melalui penyediaan kuotasi beli dan jual nan lebih konsisten.
Implementasi perdana ini dilakukan oleh Phintraco Sekuritas sebagai Anggota Bursa pertama nan bertindak sebagai Liquidity Provider. Pada tahap awal, terdapat lima saham nan bakal dikuotasikan, ialah PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menekankan bahwa peran aktif Anggota Bursa dalam program ini sangat krusial bagi kualitas pembentukan nilai di pasar.
“BEI mengapresiasi komitmen Phintraco Sekuritas dalam mendukung program Liquidity Provider saham. Kami berambisi langkah ini dapat mendorong peningkatan likuiditas, khususnya pada saham-saham nan mempunyai potensi untuk berkembang lebih optimal,” ujar Irvan, Senin (20/4/2026).
Kehadiran Liquidity Provider diharapkan bisa memberikan akibat positif bagi para investor, terutama dalam penyempitan selisih nilai antara permintaan beli dan penawaran jual (bid-ask spread).
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·