BEI Optimistis MSCI dan FTSE Respons Positif Harga Saham Rp1

Sedang Trending 2 jam yang lalu
BEI Optimistis MSCI dan FTSE Respons Positif Harga Saham Rp1 ilustrasi(Antara)

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menyatakan optimisme bahwa lembaga penyedia indeks dunia seperti MSCI hingga FTSE bakal memberikan respons positif terhadap kebijakan penyesuaian batas minimum nilai saham. Kebijakan ini bakal mengubah pemisah harga saham di pasar reguler dan pasar tunai dari saat ini Rp50 per saham menjadi Rp1 per saham.

Keyakinan tersebut didasarkan pada respons positif dari para pelaku pasar selama masa sosialisasi dan uji coba nan telah dilaksanakan pada 22 dan 29 Agustus 2026.

"Mulai dari kami melakukan FGD, kemudian kami melakukan sosialisasi kepada pelaku, feedback nan kami dapat sangat positif. Artinya jika feedback dari pelaku itu sangat positif, tentu besar angan kami MSCI, FTSE, dan dunia index provider lainnya juga bakal merespon ini dengan positif,” ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI Jakarta, Selasa (1/9).

Fokus pada Likuiditas dan Price Discovery

Meskipun optimistis, Jeffrey mengungkapkan bahwa penyesuaian patokan pemisah minimum nilai saham ini tidak disampaikan secara unik kepada penyedia indeks global. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar bursa untuk memperkuat struktur pasar domestik.

Sebelumnya, BEI telah mengusulkan proposal delapan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Pasar Modal Indonesia guna menjawab kekhawatiran para penyedia indeks global. Namun, Jeffrey menekankan bahwa reformasi nan dilakukan saat ini melampaui sekadar menjawab tuntutan pihak eksternal.

"Saat ini tentu kita melakukan reformasi pasar sudah tidak hanya menjawab concern dari MSCI, tetapi apa nan baik buat pasar kita. Bagaimana kita menghadirkan tidak hanya transparansi dan tata kelola nan baik, tetapi juga likuiditas dan price discovery nan baik,” jelasnya.

Kesiapan Anggota Bursa dan Target Implementasi

Berdasarkan hasil uji coba penyesuaian nilai minimum dan pengelompokkan baru auto rejection, sebanyak 83 Anggota Bursa (AB) dinyatakan telah siap. Sementara itu, tetap terdapat delapan AB nan belum berperan-serta dalam uji coba tersebut.

Jeffrey menegaskan pihak bursa terus melakukan komunikasi intensif dan pendampingan bagi Anggota Bursa nan belum siap. Hal ini dilakukan agar penerapan penuh dapat melangkah sesuai jadwal.

“Target untuk 'live' kita jadikan di minggu ketiga alias minggu keempat bulan September 2026. Karena kita bakal menunggu kesiapan dari seluruh Anggota Bursa,” tambah Jeffrey.

Potensi Peningkatan Transaksi

Perubahan pemisah nilai minimum ini diharapkan memberikan ruang mobilitas lebih luas bagi saham-saham nan selama ini tertahan di level Rp50 (saham gocap). Dengan rentang nilai nan lebih lebar, sistem pasar diharapkan menjadi lebih dinamis.

BEI memproyeksikan gelombang dan nilai transaksi dapat meningkat signifikan, sekitar 2 hingga 3 kali lipat. Hal ini terutama jika saham-saham di Papan Pemantauan Khusus nan saat ini menggunakan sistem call auction dapat kembali diperdagangkan di pasar reguler melalui sistem continuous auction. (Ant/E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia