Baznas RI Jadikan Ibadah Kurban Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Umat

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Baznas RI Jadikan Ibadah Kurban Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Umat Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid dan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar di live Kurban Desa Berdayakan Desa di Desa Sayana Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan.(MI/NURUL HIDAYAH)

BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI berdayakan 2.089 mustahik bimbingan nan tersebar di 15 provinsi seluruh Indonesia. Baznas juga berkomitmen memperkuat program pemberdayaan masyarakat.

KetuaBaznas RI, Sodik Mudjahid, menjelaskan program Kurban Berkah Berdayakan Desa, merupakan komitmen Baznas untuk menjadikan ibadah kurban sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat sekaligus penguatan kesejahteraan masyarakat desa. 

Sodik menyampaikan, sepanjang tahun 2026, Baznas RI menyiapkan 3.359 ekor ternak bakalan jantan komoditas lokal nan dikelola langsung oleh 2.089 peternak bimbingan di beragam daerah, dengan total penyaluran biaya mencapai Rp39.221.779.338.

“Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 mempunyai faedah ganda, di mana Baznas memastikan pengedaran hewan kurban tidak hanya tepat sasaran bagi mustahik memenuhi kebutuhan pangan daging, tetapi juga memberikan akibat ekonomi berkepanjangan bagi peternak mustahik. Intinya. Semua program Baznas bermaksud memberdayakan masyarakat,"tutur Sodik, pada aktivitas Live Kurban Berkah Berdayakan Desa nan digelar di Desa Sayana, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu (27/5).

Sodik mengatakan, di Indonesia saat ini terdapat kurang lebih 103 balai ternak nan tersebar di 15 provinsi. "Bagaimana kemanfaatannya? Contohnya sekarang, permintaan hewan kurban sangat tinggi, dan hewan dari balai ternak tersebut lenyap semua untuk memenuhi kebutuhan kurban Baznas," jelasnya.

Perkembangan tren nan terus meningkat, maka ke depan jumlah peternak bimbingan diperkirakan bakal meningkat lebih dari 2.089 mustahik dan jumlah balai ternak juga bakal bertambah dari 103 titik nan ada saat ini guna memenuhi kebutuhan hewan kurban di masa mendatang.

"Untuk letak pengembangannya bakal kami kaji lebih lanjut dengan memperkuat kerja sama berbareng dengan beragam pihak, salah satunya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat untuk ikut membantu mengentaskan kemiskinan ekstrem di ratusan kota di Indonesia. Di daerah-daerah itulah nantinya balai ternak dan program pemberdayaan lainnya bakal diperkuat," kata Sodik.

Sodik mengatakan, Program Balai Ternak merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam mentransformasikan mustahik menjadi muzaki, khususnya di wilayah pedesaan nan mempunyai potensi pengembangan sektor peternakan.

"Ke depan, Baznas bakal semakin mengalokasikan biaya nan lebih besar untuk aktivitas pemberdayaan dan pendayagunaan, bukan hanya sekadar berbagi support konsumtif. Target kami bukan sekadar peternak memperkuat hidup, tetapi naik kelas dari mustahik menjadi muzaki," ucapnya.

Balai Ternak Baznas di Desa Sayana, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, secara resmi diluncurkan pada 16 Desember 2025. Hingga kini, program ini terus menunjukkan hasil positif dalam pemberdayaan peternak mustahik dan penguatan ekonomi desa.(H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia