Bawaslu NTT gandeng PWI perkuat pengawasan menuju Pemilu 2029.
, KUPANG, – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT untuk memperkuat pengawasan pemilu dan penyebarluasan info menjelang Pemilu 2029. Kolaborasi ini dibangun sejak awal dengan memanfaatkan masa di luar tahapan pemilu.
"Kami memanfaatkan masa di luar tahapan pemilu untuk menggali beragam perspektif dari lembaga-lembaga nan mempunyai kepedulian terhadap demokrasi. PWI merupakan organisasi nan menaungi wartawan ahli dan mempunyai pengalaman dalam mengawal info publik," kata Anggota Bawaslu NTT Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Magdalena Yuanita Wake di Kupang, Rabu.
Magdalena menegaskan bahwa masukan dari PWI bakal menjadi bagian krusial dalam memperkuat sistem pengawasan Pemilu 2029. Ia menjelaskan tahapan pemilu dijadwalkan dimulai pada tahun 2027, sehingga Bawaslu membangun komunikasi dan kerjasama sejak awal dengan beragam komponen masyarakat, termasuk organisasi pekerjaan wartawan.
Menurut dia, pertimbangan penyelenggaraan Pemilu 2024 menjadi injakan untuk menyusun strategi pengawasan nan lebih efektif sekaligus mendorong pengawasan partisipatif.
Peran Strategis Media
Anggota Bawaslu NTT Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Melpi Minalria Marpaung berambisi media massa terus menghadirkan pemberitaan nan edukatif, berimbang, dan meningkatkan literasi politik masyarakat. Ia menilai media tidak hanya berkedudukan menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi sarana pendidikan politik nan efektif dalam membangun kesadaran publik terhadap pentingnya pemilu nan jujur, adil, dan demokratis.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu NTT Ignasius Jani mengatakan pers mempunyai peran strategis dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemilu. "Kami memandang pers menjadi bagian krusial bagi Bawaslu dalam melakukan pengawasan terhadap proses demokrasi. Karena itu, kami mau memperkuat kemitraan dengan PWI untuk bersama-sama mengawal seluruh tahapan Pemilu 2029," ujarnya.
Profesionalisme Wartawan
Ketua PWI NTT Hilarius F. Jahang menyambut baik inisiatif Bawaslu membangun komunikasi dengan organisasi pekerjaan wartawan sebagai bagian dari penguatan kerakyatan di daerah. Menurut dia, profesionalisme insan pers menjadi aspek krusial dalam mendukung penyelenggaraan pemilu nan transparan dan berintegritas.
"Kami terus mengimbau agar lembaga pemerintah memberikan akses info kepada wartawan nan telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Sertifikasi kompetensi merupakan bagian dari upaya menjaga profesionalisme dan kualitas pemberitaan," katanya.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·