Prabu Sutisna (kanan).(dok.istimewa)
SEORANG advokat Prabu Sutisna mendatangi instansi Bareskrim Mabes Polri untuk mengadukan politisi senior sekaligus pembuat konten ZL. Alasan pengaduan, lantaran ZL dituding telah menuduh PDIP ikut-ikutan menjadi dalang di kembali kerusuhan Agustus 2025 di Jakarta itu.
"Bahwa kami menggunakan kewenangan konstitusional kami lantaran kami memandang beberapa hari lalu, bahwasanya ada video salah satu politisi nan berinisial ZL dalam podcast di media TP bahwasanya pernyataan itu menurut kami diduga tendensius nan menuduh salah satu partai menjadi dalang demo pada Agustus 2025," kata Prabu saat ditemui di gedung Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/7).
Menurutnya, tudingan nan diduga dilakukan ZL tersebut bisa berpotensi membikin gaduh publik. Apalagi latar belakang narasumber di podcast tersebut diyakini mempunyai fans dan pengikut nan bisa terpengaruh frame negatif tersebut.
"Kan dia sebagai politisi senior, pasti ada pengikutnya kan gitu, pasti ada penggemarnya dan lain sebagainya. Kalau saya banget menyayangkan itu," ujarnya.
Ia hanya memastikan bahwa pengaduannya itu murni atas inisiatif diri sendiri sebagai personal, bukan atas nama kelembagaan mana pun.
Kemudian untuk berkas nan disertakan dalam pengaduan tersebut, Prabu mengatakan jika dirinya membawa sebuah flashdisk nan berisi video dan juga tangkapan layar komentar-komentar di link video tersebut.
"Kalau peralatan bukti tadi pengaduan kita bahwa satu video utuh di satu flashdisk, screenshot bukti komentar-komentar dari netizen," terang Prabu.
Untuk langkah selanjutnya, dia mengatakan bahwa bakal segera mengunjungi Dewan Pers lantaran video nan dimaksud dinilai merupakan bagian dari produk jurnalistik. Dari sana mereka bakal meminta arsip rekomendasi nan nantinya bakal dilampirkan dalam pemberkasan selanjutnya.
Kemudian, Prabu juga menunggu langkah selanjutnya dari Bareskrim Polri untuk melakukan penelaahan dan tindak lanjut atas pengaduan tersebut, sembari melengkapi berkas nan nantinya bakal diminta.
"Nanti bakal dipanggil lagi mengenai melengkapi berkas, video kelak bakal dikaji lagi sama Mabes Polri baik Cyber Crime alias segala macam maka bakal dikaji dulu, apakah videonya apakah ada pernyataan-pernyataan nan diduga negatif alias tidak ada, kan kelak kita menyerahkan itu semuanya ke Mabes Polri," paparnya.
Terakhir, Prabu Sutisna juga mengharapkan kepada ZL untuk menyampaikan ujaran dan kalimat-kalimat nan positif, mengingat dia adalah politisi senior nan mempunyai banyak pengikut dan pendengar.
"Kami menyarankan bagi politisi senior abang kita inisial ZL itu ya, bisalah sebagai politisi kata-katanya nan menunjukkan alias bijak alias segala macam. Kalau kata-katanya nan tidak baik ya apa sih maksud dan tujuannya," pungkasnya. (Cah/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·