Bau Mulut tak Kunjung Hilang? Waspada Tanda Penyakit Gusi

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Bau Mulut tak Kunjung Hilang? Waspada Tanda Penyakit Gusi Ilustrasi, seseorang mengalami masalah kesehatan gusi dan aroma mulut.(Dok. Magnific)

BAU mulut nan tidak kunjung lenyap sering kali dianggap sebagai masalah kebersihan biasa. Namun, master kesehatan memperingatkan bahwa kondisi tersebut bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan gusi nan lebih serius dan memerlukan penanganan medis segera.

Dokter gigi ahli periodonsia dari Audy Dental, drg. Ines Augustina Sumbayak, menjelaskan bahwa halitosis alias aroma mulut kronis merupakan salah satu parameter utama peradangan pada jaringan pendukung gigi. Menurutnya, peradangan ini sering kali disertai dengan indikasi lain seperti pembengkakan dan perdarahan.

"Jangan heran orang-orang nan mengalami masalah gusi itu aroma banget mulutnya sebenarnya. Napasnya berasa panas lantaran ciri-ciri dari peradangan sendiri ada panas nan dihasilkan," ujar drg. Ines dalam sebuah aktivitas edukasi kesehatan di Jakarta, Jumat (5/6).

Mengenali Perbedaan Gusi Sehat dan Bermasalah

Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, masyarakat perlu mengenali karakter gusi nan sehat. Drg. Ines memaparkan bahwa gusi nan sehat umumnya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  • Berwarna merah muda (pink) segar.
  • Tekstur kencang dan tidak membengkak.
  • Tidak menunjukkan tanda-tanda peradangan alias nyeri.

Sebaliknya, gusi nan bermasalah biasanya tampak kemerahan, membengkak, dan menimbulkan rasa tidak nyaman di rongga mulut. Jika dibiarkan tanpa perawatan, kondisi ini dapat merusak fondasi gigi.

"Kalau misalnya tidak dijaga, gusi nan menjadi fondasi gigi bakal mengalami masalah. Akibatnya gigi bisa menjadi goyang, mudah tanggal, sensitif, hingga muncul celah-celah pada gigi," tambahnya.

Dampak Penurunan Gusi

Masalah pada gusi juga dapat menyebabkan terjadinya resesi alias penurunan gusi. Kondisi ini membikin makanan lebih mudah terselip di sela-sela gigi, nan pada akhirnya memicu penumpukan plak kuman secara masif. Jika siklus ini terus berlanjut, peradangan bakal semakin parah dan susah dikendalikan.

Pentingnya menjaga kesehatan gusi juga dirasakan oleh tokoh Dion Wiyoko. Ia mengaku sempat mengabaikan kesehatan gusi lantaran terlalu konsentrasi pada perawatan gigi saja. Kesalahan teknik menyikat gigi selama bertahun-tahun sempat membuatnya mengalami masalah gusi.

"Saya pikir giginya nan bermasalah, tapi rupanya gusinya nan saya merawatnya tidak betul. Konsultasi dengan master membikin saya sadar bahwa gusi adalah fondasi krusial bagi kesehatan gigi secara keseluruhan," ungkap Dion.

Tips Menjaga Kesehatan Gusi menurut Pakar:

  • Gunakan teknik menyikat gigi nan betul (tidak terlalu keras).
  • Gunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sela-sela gigi.
  • Lakukan pemeriksaan rutin ke master gigi minimal setiap enam bulan sekali.

Drg. Ines menekankan bahwa gelombang menyikat gigi tidak menjamin kesehatan mulut jika teknik nan digunakan salah. "Kalau misalnya mau dia beratus-ratus kali pun sikat gigi tapi dengan teknik nan salah, nan ada kita bakal merusak giginya dan juga bisa merusak gusinya sendiri," tutupnya. (Ant/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑