BATIC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pusat Kolaborasi Digital di Asia Pasifik

Sedang Trending 46 menit yang lalu
Para delegasi dan peserta BATIC 2026 berpotret berbareng dalam rangkaian Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Bali. Mengusung tema “Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress,” BATIC 2026 mempertemukan lebih dari 2.700 delegasi dari 67 negara untuk memperkuat kerjasama dan mendorong pertumbuhan ekosistem digital Asia Pasifik. Foto: Dok. Telkom

Ekosistem digital di Asia Pasifik terus mengalami perkembangan pesat berkah pemanfaatan AI. Untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut, operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), menggelar Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 pada 24-28 Agustus 2026 di Bali.

Acara ini diikuti lebih dari 2.700 delegasi dari lebih dari 760 perusahaan nan berasal dari 67 negara, 72 sponsor dan exhibitor serta menghasilkan lebih dari 4.500 pertemuan teragendakan melalui aplikasi BATIC.

Mengusung tema “Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress,” BATIC 2026 terbagi menjadi dua konvensi dan diskusi. Hari pertama dibuka oleh Senior Managing Director Teneo, Sam Evans, nan mengulas peran jaringan generasi berikutnya dalam menopang pertumbuhan ekonomi dan masyarakat.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengungkapkan pentingnya jaringan canggih, otomatisasi berbasis AI, dan prasarana digital untuk membuka kesempatan baru.

“Membangun masa depan digital mengharuskan kita untuk memperkuat fondasi, mengangkat kecerdasan, dan bekerja-sama di seluruh ekosistem. Melalui beragam upaya tersebut, kita dapat mentransformasi konektivitas menjadi penemuan nan lebih besar, kesempatan ekonomi, dan pertumbuhan digital nan berkelanjutan,” ujar Dian.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan paparan dalam rangkaian Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Bali. Foto: Dok. Telkom

Dalam keynote “Empowering the Digital Future: Connectivity, Innovation, and Growth”, dia juga menyebut bahwa TelkomGroup terus beradaptasi agar tetap relevan dan resilien terhadap perubahan industri telekomunikasi melalui strategi TLKM 30.

TLKM 30 memuat empat pilar nan dijalankan secara simultan, ialah operational and service excellence, streamlining, unlock value, dan modus-operandi shift.

“Pada akhirnya TLKM 30 mempunyai satu ambisi, ialah membawa TelkomGroup dari connectivity menuju infrastructure dan intelligence, menjadi perusahaan digital telco kelas dunia, sekaligus menciptakan beragam digital possibilities untuk masa depan. Transformasi ini juga perlu diikuti dengan keahlian Telkom untuk terus beradaptasi terhadap perkembangan industri nan semakin cepat, termasuk melalui pengembangan struktur organisasi nan semakin agile,” pungkas Dian.

Pemenuhan AI di skala enterprise menjadi salah satu perhatian dalam gelaran ini melalui kerjasama untuk membangun prasarana fiber darat dan laut.

Selain itu, perkembangan komunikasi di masa depan dan perkembangan jaringan optik menuju prasarana nan semakin pandai menjadi topik nan dibahas untuk menjawab kebutuhan era AI.

Pada hari kedua, pembahasan berfokus terhadap peran cloud dan AI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital Asia Pasifik. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Edwin Hidayat Abdullah, menyoroti penguatan transformasi digital Indonesia di tengah perkembangan cloud dan AI.

“Seiring cloud dan AI terus membentuk ulang perekonomian dan masyarakat kita, masa depan digital Indonesia kudu dibangun tidak hanya di atas penemuan dan infrastruktur, tetapi juga kepercayaan. Hal ini memerlukan ekosistem digital nan kuat, aman, dan inklusif, nan didukung oleh kerjasama erat antara pemerintah, industri, dan masyarakat luas. Melalui kolaborasi, kita dapat memastikan bahwa kemajuan teknologi menghadirkan pertumbuhan nan berkepanjangan dan memberikan faedah bagi seluruh masyarakat Indonesia,” jelas Edwin Hidayat pada sesi Ministerial Keynote.

Telin sebagai penyelenggara BATIC 2026, juga bisa mempertemukan pelaksana C-level dalam Leadership Summit tertutup untuk membahas investasi, rantai pasok, kerjasama ekosistem, dan kebutuhan daya bagi pengembangan prasarana berbasis AI.

Selain itu, Telin juga menghadirkan sejumlah side events nan membahas rumor strategis mulai dari Composable IT, Trustworthy AI, Autonomous Networks, info center berbasis AI, hingga perkembangan ekosistem mobile dan intelligent engagement.

Kegiatan tersebut berupa Mplify's APAC Member Workshop, Future Tech Leaders Summit, Closed-door Leadership Summit, MNV Session, i3Forum's Industry Perspectives, TM Forum Workshop, dan Mplify's Southeast Asia Council Meeting.

Salah satu hasilnya adalah Telin menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan PEACE untuk ekspansi konektivitas, Manifesto Open API & Open Digital Architecture berbareng TM Forum, Memorandum of Understanding (MoU) Strategic Partnership dengan SM+, MoU BSC Fiber Pair Project Capacity and Connectivity dengan GTI, serta MoU dengan Mitratel mengenai eksplorasi transaksi aset Telin di Timor-Leste.

Chief Executive Officer Telin, Abdul Rahman Ansyori, ungkap bahwa BATIC 2026 menjadi ruang untuk berkumpul memenuhi kebutuhan pelaku industri digital dalam memenuhi kebutuhan AI di area Asia Pasifik.

“BATIC adalah platform tempat seluruh ekosistem digital berkumpul untuk mengubah obrolan menjadi kerjasama nan bermakna. Seiring konektivitas berkembang menuju masa depan nan didorong oleh AI, industri perlu bekerja berbareng di seluruh ekosistem infrastruktur, teknologi, dan upaya untuk membangun fondasi digital nan tangguh, skalabel, dan inklusif. Melalui BATIC, Telin berkomitmen untuk memperkuat hubungan Ini dan berkontribusi terhadap pengembangan pemisah baru digital Asia Pasifik,” jelas Ansyori.

Pada aktivitas nan sama, Ansyori juga menjelaskan bahwa hasil dari pendapatan registrasi dan sponsorship BATIC 2026 nan jumlahnya sebesar USD 10.000 rencananya bakal dialokasikan untuk mendukung upaya pemulihan masyarakat nan terdampak bencana.

Solidaritas ini menjadi bagian dari makna krusial penyelenggaraan BATIC 2026.

“Hal ini menegaskan peran BATIC bukan hanya sebagai forum pertukaran pendapat mengenai ekosistem digital global, tetapi juga sebagai platform nan menjunjung semangat kemanusiaan dan menyatukan pelaku industri digital untuk saling mendukung tindakan sosial,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan