Jakarta, CNN Indonesia --
Basarnas mengungkapkan argumen pihaknya berencana melakukan salvage dengan membalikkan badan KM Virgo Transport 8 dalam proses pencarian terhadap para korban.
Kepala Basarna Marsekal Madya Mohammad Syafii mengatakan proses salvage itu menjadi rencana pengganti jika pencarian bawah laut alias underwater tak bisa dilakukan lantaran terkena cuaca.
"Rencana pengganti nan kita laksanakan tentunya atas dasar nan pertama adalah sesuai undang-undang pelayaran. Di situ mengamanahkan, apalagi mungkin secara tidak langsung mewajibkan bagi pemilik kapal nan mengalami kecelakaan dan mengganggu pelayaran alias alur laut aktif, wajib itu sebenarnya untuk memindahkan, jika perlu mengangkat. Itu nan me jadi dasar pertama," kata Syafii dalam konvensi pers, Rabu (16/9) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merujuk pada patokan tersebut, kata Syafii, pemindahan alias pengangkatan badan kapal kudu dilakukan paling lama 180 hari. Hal tersebut, lanjut dia, juga menjadi pertimbangan mengenai rencana proses salvage.
"Karena itu, Basarnas dengan jejeran di bawah Kementerian Perhubungan berkoordinasi dan juga kita melibatkan owner untuk melakukan aktivitas nan saya sampaikan tadi, ialah salvage terhadap kapal nan terbalik ini," ujarnya.
Syafii mengatakan Basarnas sebenarnya tidak mempunyai kewenangan penuh untuk melakukan proses salvage. Karenanya, Basarnas mengundang para mahir untuk membahas soal rencana tersebut.
"Jadi, kewenangan proses salvage ini tentunya bukan istilahnya dimiliki alias kewenangan penuh dari Badan SAR Nasional. Tapi kita memanfaatkan situasi ini untuk bisa dimanfaatkan dalam penyelenggaraan operasi ini," ujarnya.
Menurut dia, proses salvage ini bukan sesuatu nan mudah untuk dilakukan. Namun, dia menyebut pihaknya terus berpacu dengan waktu untuk bisa segera mengevakuasi para korban nan belum ditemukan.
"Kita eggak mungkin berlama-lama, lantaran apa? Dari pertama kali kondisi kejadian nan kita tentukan sebagai datum, ini makin hari ada pergeseran-pergeseran. Bahkan kemarin nan kita menganggapnya kapal dalam kondisi tetap mengapung dengan kedalaman 21 meter, bergeser-geser sekarang di kedalaman 29 meter," katanya.
Sebelumnya, Basarnas berencana melakukan proses salvage dengan membalikan badan KM Virgo Transport 8 untuk mempermudah proses pencarian terhadap korban. Diketahui, saat ini kapal tersebut dalam posisi terbalik dan mengapung di Laut Jawa.
"Apabila pencarian underwater belum bisa kita lakukan akibat cuaca, kita merencanakan untuk salvage. Yaitu kita mau membalikkan kondisi kapal ini dan bakal kita laksanakan pencarian di dalam eh kapal tersebut dan kita bakal evakuasi," kata Syafii dalam konvensi pers, Rabu.
"Baru setelah diyakinkan proses SAR ini selesai baru kapal ini bakal kita tarik untuk kepentingan investigasi," sambungnya.
KM Virgo Transport 8 dilaporkan lenyap kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9), pukul 02.00 Wita, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). KM Virgo disebut membawa 243 orang nan terdiri dari penumpang, awak kapal hingga kru.
Hingga Senin (14/9), dari 243 orang nan ada di kapal tersebut, sebanyak 114 di antaranya telah sukses ditemukan dan 129 lainnya tetap dalam pencarian.
(dis/fra)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·