, MEDAN, – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggencarkan Operasi Sadar Pajak kendaraan bermotor untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajibannya. Operasi campuran nan melibatkan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumut dan Jasa Raharja ini berjalan di 33 kabupaten/kota se-Sumut selama Oktober 2026.
Kepala Bapenda Provinsi Sumut, Sutan Tolang Lubis, di Medan, Jumat, menjelaskan bahwa operasi ini menghadirkan jasa pembayaran pajak langsung di letak pemeriksaan. Langkah ini diambil untuk memudahkan masyarakat nan mungkin lupa alias menunda pembayaran pajak kendaraannya.
"Operasi Sadar Pajak ini, kita menghadirkan jasa pembayaran pajak di letak pemeriksaan guna mempermudah masyarakat," ujar Sutan.
Dorong Pembangunan Daerah
Sutan menegaskan, pihaknya mengimbau masyarakat Sumut untuk tidak menunda pembayaran pajak. Ia mengingatkan bahwa operasi serupa digelar secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara. Untuk menarik minat warga, disediakan bus keliling pajak serta bingkisan bagi mereka nan alim bayar pajak.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumut, Kombes Pol Achmad Fauzi Dalimunthe, turut membujuk masyarakat untuk alim pajak. Ia menekankan bahwa duit pajak nan dibayarkan mempunyai peran vital dalam mendukung pembangunan daerah.
"Kepada masyarakat untuk bayar tanggungjawab pajak. Karena dari duit pajak itu, ada pembangunan jalan, jembatan, lampu-lampu jalan, dan lain-lainnya. Dari kita untuk kita," kata Fauzi.
Berdasarkan info Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumut per 22 September 2026, pendapatan wilayah telah terealisasi sebesar Rp8,9 triliun. Angka ini mencapai sekitar 69,8 persen dari sasaran tahun ini nan sebesar Rp12,83 triliun.
Salah seorang warga, Rini, pengguna Jalan Putri Hijau Medan, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran bus keliling pajak. Menurutnya, proses pembayaran menjadi lebih mudah dan sigap dibandingkan kudu mengantre di instansi Samsat.
"Maunya bus-bus seperti ini lebih banyak lagi, jadi kami mudah bayar pajak. Kalau di Samsat kan ada antrean banyak, jika banyak bus-bus seperti ini, saya percaya masyarakat banyak nan bayar pajak," ungkap Rini.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
15 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·