Tangguh Yudha
, Jurnalis-Jum'at, 11 September 2026 |14:49 WIB

Bansos Digital (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pemerintah tengah mempercepat digitalisasi support sosial (bansos) nan bakal menyasar sekitar 50 juta masyarakat miskin.
Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah menilai keberhasilan penerapan program tersebut sangat berjuntai pada kecermatan info penerima.
"Implementasinya kan tergantung kecermatan data," katanya saat dihubungi, Jumat (11/9/2026).
Menurut Trubus, persoalan kecermatan info selama ini menjadi salah satu hambatan dalam penyaluran bansos. Pemutakhiran info penerima juga perlu dilakukan agar support dapat diberikan secara lebih tepat sasaran.
"Selama inikan persoalan di info akurat. Jadi keadilan juga lemah kan. Karena ada nan yang sekarang ada penambahan ya, penambahan baru. Harapannya kan lebih tepat sasaran gitu," imbuhnya.
Dia mengatakan terdapat masyarakat nan sebelumnya tidak menerima bansos, tetapi sekarang masuk dalam daftar penerima. Kondisi tersebut, kata dia, perlu diikuti dengan pemutakhiran dan verifikasi info secara berjenjang untuk memastikan penerima memang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Ia menilai pemerintah wilayah mempunyai peran krusial dalam memastikan kecermatan info tersebut. Menurutnya, pemerintah kabupaten dan kota perlu melakukan verifikasi secara real-time terhadap masyarakat nan masuk dalam kategori penerima bansos.
"Daerah, jadi Kabupaten Kota kudu melakukan verifikasi dulu secara real-time ya kepada masyarakat tadi nan kategori unik tadi. (Melibatkan) Semua pihak, khususnya ya pemerintah daerah, lantaran memang dialah nan kudu mendata, memverifikasi datanya," ucap Trubus.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·