PT Bank Mandiri (Persero) Tbk rapat secara tertutup berbareng Komisi XI DPR, Senin (6/7). Usai rapat, Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menjelaskan salah satu perihal nan dibahas dalam rapat ialah mengenai penyaluran biaya Saldo Anggaran Lebih (SAL).
Pemerintah kembali menyalurkan biaya SAL Rp 400 triliun kepada Himbara. Riduan memastikan biaya tersebut diarahkan ke sektor-sektor produktif, mulai dari UMKM hingga swasta, dan tidak digunakan untuk aktivitas spekulatif.
“Ya, semua sektor real itu kan produktif, kan. Baik kepada UMKM, UMKM, swasta. Dan tidak bakal ada ruang untuk dipakai untuk hal-hal spekulatif,” katanya di Jakarta, Senin (6/7)
Selain membahas penyaluran biaya SAL, Riduan juga menyinggung perkembangan suku kembang perbankan setelah kenaikan BI Rate.
Menurutnya, Bank Mandiri tetap terus mengkaji kebutuhan penyesuaian suku kembang dengan memandang kondisi pasar dan dampaknya terhadap industri.
Riduan mengatakan akibat perubahan suku kembang referensi umumnya baru terlihat beberapa bulan setelah kebijakan diterapkan.
“Biasanya setelah 3 bulan baru kita lihat kelak dampaknya. Baru kita lakukan penyesuaian,” ucap dia.
Bank Mandiri tetap berupaya menjaga biaya cost of fund di level saat ini hingga akhir tahun di level 1,9 persen.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·