Bank Asing Tarik Dana Keluar dari RI, OJK Buka Suara

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka bunyi mengenai sejumlah bank asing menarik aliran biaya keluar dari Indonesia. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menegaskan biaya nan dikirim ke luar negeri tersebut merupakan repatriasi untung alias pengembalian hasil investasi kepada instansi pusat, bukan lantaran pesimistis terhadap prospek upaya di Tanah Air.

"Repatriasi untung dimaksud merupakan perihal nan umum (business as usual) dan sepenuhnya berasal dari akumulasi hasil keahlian untung nan positif pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga membuktikan bahwa suasana upaya dan upaya perbankan di Indonesia melangkah dengan cukup baik dan memberikan untung bagi bank," kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (25/7/2026).

Dian menjelaskan, dari perspektif Kantor Pusat, keahlian KCBLN untuk melakukan repatriasi untung mencerminkan bahwa aktivitas upaya di Indonesia menghasilkan keahlian nan sehat, profitable, dan berkelanjutan, sehingga dapat memperkuat tingkat kepercayaan Kantor Pusat terhadap prospek operasional di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KCBLN nan bakal melakukan repatriasi untung diminta untuk mengkomunikasikan rencana tersebut dengan Bank Indonesia (BI) untuk memastikan proses konversi pengiriman biaya tidak berakibat negatif pada stabilitas nilai tukar rupiah.

"Sebagai kegunaan pengawasan OJK terhadap KCBLN, OJK mewajibkan rencana penarikan untung oleh Kantor Pusat tercantum dalam RBB (Rencana Bisnis Bank) untuk dievaluasi oleh OJK, " jelasnya.

Pihaknya senantiasa menghimbau bank bahwa penyelenggaraan repatriasi untung dilakukan secara berjenjang dan terencana dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian serta kecukupan permodalan dan likuiditas masing-masing bank.

Selain itu, OJK juga berambisi bank juga perlu memperhatikan kondisi likuiditas dan perubahan kurs asing di pasar domestik guna mencegah potensi tekanan nan dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah.

(ada/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance