, BANJARMASIN, – Banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, ialah Batu Benawa, Barabai, dan Pandawan setelah hujan lebat mengguyur area tersebut sejak awal hari. Ribuan rumah penduduk dilaporkan terendam akibat banjir ini.
Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) HST, Fitriadi, menyatakan bahwa tim mereka tetap terus memantau situasi di lapangan dengan ketinggian air nan bervariasi. Hujan berintensitas tinggi menyebabkan sungai meluap dan menggenangi jalan, pekarangan, hingga rumah warga.
Di Kecamatan Batu Benawa, kondisi air sudah mulai surut, sementara di Barabai sebagian wilayah tetap terendam dan condong naik. Di Kecamatan Pandawan, debit air terus meningkat. Meski demikian, hingga sore hari tidak ada laporan korban jiwa alias luka.
Bupati HST, Samsul Rizal, langsung turun ke lapangan meninjau beberapa titik terdampak banjir. Ia juga mengerahkan petugas campuran untuk membersihkan ranting dan kayu nan menghalang aliran sungai.
“Secepatnya kita selesaikan sampah pohon nan menumpuk ini. Sebab, sungai nan tertutup membikin aliran melambat, menyebabkan wilayah perkotaan terendam,” jelasnya. Menurut bupati, Sungai Barabai meluap lantaran hujan tinggi, berakibat pada wilayah seperti Simpang Ulama, Sarigading, Kampung Kadi, Pasar Murakata, dan Bungur.
Luapan sungai membawa sampah ranting pohon dan bambu, sempat menutup aliran air di bawah Jembatan Dharma. Bupati Rizal memastikan tumpukan sampah tersebut telah dibersihkan oleh petugas campuran dibantu relawan Balakar 654 Murakata dan masyarakat.
“Sampah pohon bambu tersebut telah bersih. Aliran sungai kembali normal dan cuaca juga sudah cerah,” ujarnya. Bupati mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak panik, serta menghubungi petugas terdekat jika ada perihal mendesak.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·