Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut banjir susulan kembali merusak sejumlah prasarana di wilayah Sumatera, mulai dari jalan hingga jembatan. Bencana susulan terjadi di sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat saat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tetap berlangsung.
Tito mengungkapkan, banjir kembali melanda Kota Padang dan Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Di Kabupaten Solok, banjir apalagi berakibat pada instansi bupati. Sementara itu, banjir susulan juga terjadi di Aceh Tenggara, Tapanuli Tengah, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya.
“Kemudian jalan longsor kembali, jembatan juga ada nan terbawa kembali kena banjir di Aceh. Khususnya di Aceh dari Bireuen menuju ke Aceh Tengah, jalannya banyak nan longsor lagi,” kata Tito di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Menurut Tito, musibah susulan kembali merusak sejumlah wilayah nan tetap menjalani proses pemulihan. Kondisi ini menambah pekerjaan pemerintah dalam memperbaiki prasarana nan dibutuhkan masyarakat.
Tito mengatakan pemerintah bakal melanjutkan penanganan melalui koordinasi lintas kementerian. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dijadwalkan memaparkan perkembangan pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi prasarana pada pekan berikutnya.
“Bapak Menteri PU nan paling berat gitu ya bakal menjelaskan apa saja nan sudah dikerjakan dan bakal dikerjakan lantaran menyangkut masalah jalan, kritikal masalah jalan, kemudian masalah jembatan, sungai nan cukup banyak nan kena sedimen dan lain-lain,” jelas Tito.
Selain perbaikan infrastruktur, pemerintah juga bakal mengoordinasikan pembangunan kediaman tetap bagi penduduk nan rumahnya rusak berat alias lenyap akibat bencana.
Tito mengatakan, Kementerian Dalam Negeri bakal menggabungkan pemaparan Kementerian PU dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk membahas penanganan prasarana serta pembangunan kediaman tetap bagi penduduk terdampak.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·