Bamsoet Sambut Positif Kerja Sama UNPERBA-Perusahaan Manufaktur Asal Korsel

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta -

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan pendiri Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA) Jawa Tengah, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mendukung kerja sama Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA) dengan PT John Toys Indonesia sebagai langkah memperkuat keterhubungan perguruan tinggi dengan bumi industri.

Adapun kerja sama nan ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di kampus UNPERBA, diarahkan untuk meningkatkan kompetensi, pengalaman industri, kesiapan kerja, serta wawasan dunia mahasiswa dan lulusan UNPERBA. Diketahui, PT John Toys Indonesia sendiri merupakan perusahaan manufaktur berorientasi ekspor nan beraksi di Purbalingga dan mempunyai keterhubungan dengan jaringan upaya John Toys Korea.

"Saya menyambut baik dan mendukung penuh kerja sama UNPERBA dengan PT John Toys Indonesia. Perguruan tinggi kudu semakin dekat dengan bumi industri agar mahasiswa memahami sejak awal gimana standar kerja nan sesungguhnya. Apalagi John Toys merupakan perusahaan manufaktur nan berorientasi ekspor dan beraksi di Purbalingga. Ini kesempatan berbobot bagi mahasiswa UNPERBA untuk belajar langsung dari lingkungan industri nan terhubung dengan pasar internasional," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut Bamsoet sampaikan dalam sambutannya saat penandatanganan MOU antara UNPERBA dan PT John Toys Indonesia di Kampus Unperba Purbalingga Jawa Tengah secara daring dari Jakarta, Jumat (28/8).

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menuturkan, kerja sama UNPERBA dan PT John Toys Indonesia sangat relevan dengan perkembangan industri manufaktur Indonesia nan semakin terintegrasi dalam rantai pasok dunia. Mahasiswa UNPERBA bakal mendapatkan pembelajaran mencakup pengenalan proses manufaktur, quality assurance dan quality control (QA/QC), keselamatan dan kesehatan kerja (K3), ekspor, rantai pasok, produktivitas, standar operasional, hingga standar kualitas internasional nan relevan dengan aktivitas perusahaan.

Menurutnya, pengalaman tersebut bakal memberi mahasiswa pemahaman bahwa daya saing industri ditentukan oleh banyak aspek sekaligus, mulai dari kualitas sumber daya manusia, efisiensi proses produksi, konsistensi mutu, kepatuhan terhadap prosedur, hingga keahlian memenuhi standar pasar dunia.

Ia mengatakan kerja sama tersebut juga memberi perhatian besar terhadap pembentukan karakter. Para mahasiswa bakal mendapatkan penguatan soft skills, etika kerja, integritas, kepatuhan, anti-fraud dan antikorupsi, tanggung jawab sosial, serta budaya profesional. Aspek ini dinilai krusial lantaran tantangan bumi kerja modern tidak berakhir pada keahlian mengoperasikan mesin, memahami proses produksi, alias mencapai target.

Lebih lanjut, Bamsoet menjelaskan perusahaan juga memerlukan sumber daya manusia nan dapat dipercaya, bisa menjaga kerahasiaan dan kualitas pekerjaan, alim prosedur, memahami risiko, serta mempunyai keberanian untuk menolak praktik nan menyimpang. Integritas menjadi semakin krusial ketika perusahaan beraksi dalam rantai pasok internasional nan mempunyai standar tata kelola dan kepatuhan semakin ketat.

"Yang kita bangun melalui kerja sama ini adalah ekosistem link and match nan nyata. Industri menyampaikan kebutuhan kompetensinya, perguruan tinggi menyesuaikan proses pembelajaran dan pengalaman praktik, sedangkan mahasiswa mendapatkan kesempatan menguji keahlian di lapangan. Kalau pola seperti ini diperluas, Purbalingga dapat semakin kuat sebagai wilayah penghasil SDM nan siap bekerja untuk pasar nasional maupun internasional," tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini berambisi kerjasama tersebut menjadi salah satu fondasi bagi lahirnya Purbalingga's Global Talent, ialah generasi muda Purbalingga nan mempunyai kompetensi profesional, pengalaman industri, wawasan global, keahlian beradaptasi, serta integritas nan kuat.

Hal tersebut, kata Bamsoet, juga sejalan dengan visi UNPERBA untuk berkembang sebagai Entrepreneur University nan membangun entrepreneurial mindset mahasiswa, mulai dari keberanian mengambil inisiatif, memandang peluang, memecahkan masalah, kreatif, inovatif, adaptif, bisa bekerja dalam tim, mempunyai keahlian komunikasi, hingga menjunjung tinggi integritas.

"Purbalingga mempunyai kesempatan besar menjadi salah satu sumber tenaga kerja unggul Indonesia. Kita kudu membangun SDM, memperkuat kompetensinya, dan menanamkan integritasnya sejak sekarang. Kolaborasi UNPERBA dengan PT John Toys Indonesia merupakan contoh nyata bahwa pembangunan SDM dapat dimulai dari daerah," pungkas Bamsoet.

Sebagai informasi, turut datang dalam kesempatan tersebut antara lain Rektor UNPERBA Dr. Eming Sudiana, Wakil Rektor Dr. Nastain, President Director PT John Toys Indonesia Jong Hyun Lee dan Direktur Utama PT John Toys Indonesia Park Jae Hyun.

(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑