Benturan di kepala pada balita sering kali membikin orang tua panik. Meski tidak semua tumbukan berbahaya, orang tua tetap perlu waspada lantaran pada beberapa kasus, indikasi serius baru muncul beberapa jam setelah anak mengalami cedera.
Seperti nan dialami seorang ibu dengan akun TikTok @mamaaskara07. Ia menceritakan sang balita terjatuh dari atas panggung nan cukup tinggi. Awalnya, anak terlihat semakin lemas dan terus mau tidur. Kondisinya kemudian memburuk pada malam hari ketika dia mulai muntah berulang.
Merasa cemas anak mulai kehilangan kesadaran, sang ibu segera membawanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit, master menemukan adanya perdarahan di kepala nan cukup banyak sehingga anak kudu menjalani operasi. Setelah nyaris lima jam menunggu, operasi akhirnya melangkah lancar dan sang balita menjalani masa pemulihan hingga diperbolehkan pulang.
Lantas, tanda apa saja nan perlu diwaspadai setelah anak mengalami tumbukan di kepala?
Tanda Bahaya Setelah Balita Terbentur Kepala
Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan bahwa tidak semua tumbukan kepala berujung pada kondisi serius. Namun, ada beberapa tanda ancaman nan mengharuskan orang tua segera membawa anak ke IGD.
“Yang perlu diketahui adalah tidak semua tumbukan kepala itu berbahaya. Tetapi orang tua kudu segera membawa anak ke IGD Kalau muncul salah satu alias lebih tanda berikut,” ucap dr. Aisya kepada kumparanMOM, Rabu (29/7).
Beberapa tanda ancaman nan perlu diwaspadai setelah anak mengalami tumbukan di kepala antara lain:
-Penurunan kesadaran, seperti anak tampak sangat mengantuk, susah dibangunkan, alias tidak merespons saat dipanggil.
-Muntah berulang, terutama lebih dari satu kali alias muntah menyemprot (proyektil).
-Kejang.
-Sakit kepala berat nan semakin memburuk.
-Perubahan perilaku, misalnya anak menjadi sangat rewel, bingung, alias tidak mengenali orang di sekitarnya.
-Lemas alias kelemahan pada tangan maupun kaki.
-Gangguan keseimbangan saat berjalan.
-Keluar darah alias cairan cerah dari hidung maupun telinga.
-Ukuran pupil mata kanan dan kiri tidak sama besar, nan dapat menjadi tanda adanya peningkatan tekanan di dalam kepala.
Ia menambahkan, indikasi perdarahan otak tidak selalu muncul sesaat setelah benturan. Pada beberapa kasus, keluhan baru terlihat beberapa jam kemudian.
“Karena itu sebaiknya memang anak itu tetap perlu dipantau secara ketat selama 24 sampai 48 jam pertama setelah cedera kepala alias adanya benturan,” tegasnya.
Perawatan Anak Setelah Operasi Perdarahan di Kepala
Selain itu, dr. Aisya juga memaparkan masa pemulihan setiap anak berbeda-beda tergantung letak dan luas perdarahan, jenis perdarahan nan dialami, serta ada alias tidaknya cedera pada jaringan otak.
Setelah anak diperbolehkan pulang, orang tua perlu memberikan obat sesuai rekomendasi dokter, menjaga luka operasi tetap bersih, memastikan anak beristirahat cukup, menghindari aktivitas nan berisiko menyebabkan tumbukan kembali, serta memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan.
“Amati perkembangan keahlian anak seperti mungkin melangkah lagi, berbicara, bermain, makan alias interaksi,” kata dr. Aisya.
Bila muncul tanda ancaman seperti muntah berulang, kejang, penurunan kesadaran, kelemahan personil gerak, sakit kepala berat, demam tinggi, alias luka operasi tampak bengkak dan mengeluarkan cairan, segera bawa anak kembali ke IGD.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·