Bakal Ada Jalan Tol Baru di Sumsel 80 Km Nilainya Rp 26 T, Ini Rutenya

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) berbareng Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan, PT Danantara Asset Management, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melaksanakan aktivitas Nota Kesepahaman mengenai Rencana Kerja Sama Integrasi Pembangunan Jalan Tol Menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan.

Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilaksanakan pada Rabu (13/05/2026), bertempat di Gedung Barli Halim, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta. Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Bina Marga nan diwakili oleh Plh. Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian Pekerjaan Umum, Prabandityo Triwibowo; Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Ichsan Zulkarnaen; Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Selatan, Edward Candra; Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi; Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Turino Yulianto; dan Direktur Pengembangan Usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Prasetyo. Turut disaksikan oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu; Managing Director Business 3 PT Danantara Asset Management, Febriany Eddy; dan Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro. Kehadiran lintas lembaga tersebut menegaskan komitmen berbareng dalam memperkuat konektivitas logistik, mendukung hilirisasi, serta mendorong percepatan pengembangan area Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat.

Melalui nota kesepahaman tersebut, para pihak bakal menjalankan peran masing-masing sesuai kewenangan, mulai dari support kebijakan, fasilitasi investasi, sinkronisasi tata ruang, studi pengusahaan jalan tol, penyediaan potensi demand pikulan batu bara, hingga pengembangan prasarana kepelabuhanan.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menyampaikan bahwa penguatan konektivitas menjadi salah satu prasyarat krusial dalam mendorong strategi investasi nasional, terutama hilirisasi nan memerlukan ekosistem pendukung dari hulu hingga hilir. Menurutnya, hilirisasi tidak hanya memerlukan kesiapan sumber daya, tetapi juga support logistik, pasokan energi, serta prasarana nan bisa menjaga efisiensi biaya dan keberlanjutan aktivitas industri.

Proyek Tol Betung–Jambi Seksi 2A dan 2B. (Dok. Hutama Karya)Foto: Proyek Tol Betung–Jambi Seksi 2A dan 2B. (Dok. Hutama Karya)

"Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan bagian dari penyempurnaan rencana besar pembangunan Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat sebagai pelabuhan internasional sekaligus simpul hilirisasi di Sumatra Selatan. Daerah ini dan provinsi sekitarnya mempunyai kekuatan sumber daya alam nan besar, mulai dari energi, minyak dan gas, hingga komoditas perkebunan seperti karet dan kopi. Integrasi jalan tol menuju Tanjung Carat diharapkan dapat mendekatkan akses ke sumber-sumber komoditas, memperkuat hubungan dengan backbone Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), serta melengkapi moda logistik nan sudah ada, baik sungai, kereta api, maupun pelabuhan. Dengan konsolidasi BUMN melalui Danantara berbareng Hutama Karya, Pelindo, Bukit Asam, dan pemangku kepentingan lainnya, kami berambisi rencana ini dapat segera dieksekusi dan memberi akibat ekonomi nan lebih luas," ujar Todotua dalam keteranga tertulisnya, Rabu (13/5/2026).

Ruas tol baru itu bakal tersambung dengan backbone Tol Trans Sumatera nan sudah beroperasi. Nantinya dari pintu Tol Betung bakal dibangun tol baru menuju Pelabuhan Tanjung Carat sepanjang sekitar 80 kilometer. Proyek tol ini diperkirakan memerlukan investasi sekitar Rp 26 triliun.

"Jadi ini dari kelak backbone Tol Sumatera itu rencananya di pintu Tol Betung, itu bakal ada interline lagi tol nan menuju ke Tanjung Carat itu kurang lebih sekitar 80 kilometer. Dan juga nan existing sekarang itu nan Palembang-Prabumulih bakal kita sorong lagi sekitar 37 kilometer sampai kepada Muara Enim," imbuhnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Selatan, Edward Candra, menyampaikan bahwa rencana integrasi pembangunan jalan tol ini merupakan kelanjutan dari proses panjang nan telah diinisiasi sejak beberapa periode kepemimpinan Gubernur Sumatra Selatan. Ia menilai, support lintas pihak menjadi aspek krusial untuk memastikan rencana tersebut dapat melangkah sesuai kebutuhan pembangunan daerah.

"Pelabuhan ini tetap menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional, lahannya telah disiapkan, dan skema pembangunannya juga telah dibahas. Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan mendukung penuh kerja sama strategis ini, termasuk dalam memfasilitasi kebutuhan serta penyelesaian halangan di lapangan. Kami juga berambisi support penetapan dan penguatan konektivitas jalan tol menuju Tanjung Carat dapat terus didorong, lantaran faedah ekonominya bakal dirasakan luas oleh masyarakat dan bumi usaha," ujar Edward.

Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro mendukung proses penjajakan kerja sama integrasi pembangunan jalan tol ini melalui kajian nan komprehensif. Pembangunan akses ini dinilai krusial untuk memastikan konektivitas JTTS dapat tersambung lebih optimal dengan simpul logistik strategis, sehingga faedah jalan tol tidak hanya dirasakan pada mobilitas orang, tetapi juga pada pergerakan peralatan dan aktivitas ekonomi produktif.

"Sebagai developer dan pengelola JTTS, Hutama Karya memandang rencana ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kegunaan jalan tol sebagai penghubung area strategis. Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman ini diharapkan sinergi antarpihak dapat melangkah optimal sehingga pengembangan konektivitas menuju Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat dapat memberikan faedah nan lebih luas bagi masyarakat, bumi usaha, dan perekonomian Sumatra Selatan," tutup Koentjoro.

(wur/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News