Rusia kembali melancarkan serangan udara ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Selasa (8/9/2026).
Rusia kembali melancarkan serangan udara ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Selasa awal hari waktu setempat. Serangan menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak alias drone tersebut menewaskan dua orang dan melukai sedikitnya tujuh lainnya. (REUTERS/Gleb Garanich)
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan sejumlah wilayah di ibu kota Ukraina terdampak serangan. Warga dilaporkan terjebak di dalam sebuah gedung hunian, sementara kebakaran terjadi di sejumlah titik. (REUTERS/Alina Smutko)
Rekaman Reuters dikutip Rabu (9/9/2026) memperlihatkan sejumlah rudal menghantam wilayah Kyiv pada malam hari. Pemerintah setempat kemudian mengimbau penduduk untuk segera mencari tempat perlindungan. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Administrasi Militer Kyiv menyebut sebuah gedung apartemen lima lantai dan blok kediaman tiga lantai mengalami kerusakan akibat jatuhan puing dari serangan tersebut. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Serangan ini terjadi tak lama setelah utusan perdamaian Amerika Serikat (AS), Jared Kushner dan Steve Witkoff, meninggalkan Ukraina. Keduanya sebelumnya berjumpa dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada Minggu, dalam upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mendorong berakhirnya perang Rusia-Ukraina nan telah berjalan sekitar 4,5 tahun. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Di tengah serangan di Kyiv, negara tetangga Ukraina, Polandia, juga meningkatkan kewaspadaan. Angkatan bersenjata Polandia mengatakan telah memulai operasi penerbangan militer untuk melindungi wilayah udaranya dari kemungkinan pelanggaran. (REUTERS/Gleb Garanich)
44 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·