Bak "Neraka" di Muka Bumi, Potret Kota Eropa "Hujan" Rudal Malam Hari

Sedang Trending 44 menit yang lalu

Rusia kembali melancarkan serangan udara ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Selasa (8/9/2026).

Smoke rises in the city during a Russian missile strike, amid Russia's attack on Ukraine, in Kyiv, Ukraine September 8, 2026. REUTERS/Gleb Garanich

Rusia kembali melancarkan serangan udara ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Selasa awal hari waktu setempat. Serangan menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak alias drone tersebut menewaskan dua orang dan melukai sedikitnya tujuh lainnya. (REUTERS/Gleb Garanich)

UKRAINE-CRISIS/ATTACK-KYIV

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan sejumlah wilayah di ibu kota Ukraina terdampak serangan. Warga dilaporkan terjebak di dalam sebuah gedung hunian, sementara kebakaran terjadi di sejumlah titik. (REUTERS/Alina Smutko)

UKRAINE-CRISIS/ATTACK-KYIV

Rekaman Reuters dikutip Rabu (9/9/2026) memperlihatkan sejumlah rudal menghantam wilayah Kyiv pada malam hari. Pemerintah setempat kemudian mengimbau penduduk untuk segera mencari tempat perlindungan. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)

UKRAINE-CRISIS/ATTACK-KYIV

Administrasi Militer Kyiv menyebut sebuah gedung apartemen lima lantai dan blok kediaman tiga lantai mengalami kerusakan akibat jatuhan puing dari serangan tersebut. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)

UKRAINE-CRISIS/ATTACK-KYIV

Serangan ini terjadi tak lama setelah utusan perdamaian Amerika Serikat (AS), Jared Kushner dan Steve Witkoff, meninggalkan Ukraina. Keduanya sebelumnya berjumpa dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada Minggu, dalam upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mendorong berakhirnya perang Rusia-Ukraina nan telah berjalan sekitar 4,5 tahun. (REUTERS/Valentyn Ogirenko)

UKRAINE-CRISIS/ATTACK-KYIV

Di tengah serangan di Kyiv, negara tetangga Ukraina, Polandia, juga meningkatkan kewaspadaan. Angkatan bersenjata Polandia mengatakan telah memulai operasi penerbangan militer untuk melindungi wilayah udaranya dari kemungkinan pelanggaran. (REUTERS/Gleb Garanich)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News