
Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa beban subsidi daya meningkat hingga nyaris Rp100 triliun. (Foto: Okezone.com/Tangkapan Layar)
JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa beban subsidi daya meningkat hingga nyaris Rp100 triliun ketika nilai minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) berada di kisaran USD90–USD100 per barel.
Kenaikan nilai minyak tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap anggaran negara, terutama di tengah besarnya kebutuhan subsidi daya bagi masyarakat.
Bahlil menjelaskan, ketika nilai ICP tetap berada di kisaran USD70 per barel, beban subsidi daya mencapai sekitar Rp87 triliun. Namun, ketika nilai ICP naik ke kisaran USD90–USD100 per barel, beban tersebut meningkat hingga nyaris Rp100 triliun.
"Begitu ICP rata-rata sekarang di nomor 90–100, subsidi kita nyaris Rp100 triliun," kata Bahlil saat memberikan sambutan dalam peresmian operasional kilang LPG PT Energi Nusantara Perkasa di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026).
Menurut Bahlil, kondisi tersebut menunjukkan besarnya tantangan Indonesia dalam menjaga ketahanan daya di tengah ketidakpastian geopolitik global. Ia menyoroti sejumlah bentrok internasional, termasuk ketegangan di Timur Tengah serta perang Rusia-Ukraina, nan turut memicu ketidakpastian pasokan dan nilai daya dunia.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin finance lainnya
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·