Bahlil Tegaskan Bakal Stop Ekspor Gas ke Negara yang Tak Menghargai Indonesia

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Bahlil Tegaskan Bakal Stop Ekspor Gas ke Negara nan Tak Menghargai Indonesia

Bahlil Tegaskan Bakal Stop Ekspor Gas ke Negara nan Tak Menghargai Indonesia (Foto: Setpres)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka kesempatan mengevaluasi perjanjian ekspor gas dengan negara-negara nan dinilai tidak kooperatif dan tidak menghargai Indonesia. Pemerintah apalagi mempertimbangkan untuk menghentikan ekspor gas ke negara tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan daya nasional.

Bahlil menegaskan, pemerintah bakal memprioritaskan pemanfaatan sumber daya daya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sebelum mengalokasikan pasokan untuk ekspor. Kebijakan ini sejalan dengan pengarahan Presiden Prabowo Subianto agar sumber daya alam Indonesia dimanfaatkan terlebih dulu untuk kepentingan nasional.

"Saya bakal melakukan pertimbangan perjanjian dengan negara-negara lain nan tidak kooperatif, nan tidak saling menghargai antara hubungan sama negara," kata Bahlil saat meresmikan Penerimaan Gas JNE #6 dan Fasilitas Produksi Lapangan MAHA-South Hub, Kamis (22/10/2026).

Dia menegaskan, pemerintah tidak segan mempertimbangkan penghentian ekspor kepada negara nan dinilai tidak menghargai Indonesia. Menurutnya, hubungan perdagangan daya kudu didasarkan pada prinsip saling menghormati dan memberikan untung bagi kedua belah pihak.

"Kalau memang mereka tidak menghargai Indonesia, saya tidak segan-segan untuk mempertimbangkan untuk tidak melakukan ekspor kepada negara mereka," ujarnya.

Sebaliknya, pemerintah tetap membuka kesempatan kerja sama dengan negara-negara nan mempunyai hubungan baik dengan Indonesia. Bahkan, Bahlil menyatakan pemerintah dapat menjajaki perjanjian baru dengan negara nan memerlukan pasokan daya meskipun sebelumnya belum mempunyai perjanjian dengan Indonesia.

Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menempatkan kepentingan nasional dan kedaulatan negara sebagai prioritas dalam pengelolaan sumber daya energi.

Dalam peresmian akomodasi produksi tersebut, Bahlil menyampaikan bahwa penambahan produksi gas mencapai sekitar 290 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Pemerintah juga menargetkan peningkatan produksi gas melalui pengembangan sejumlah lapangan baru dalam beberapa tahun mendatang.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑