Bahlil Sebut RI Tak Impor BBM dari AS-Rusia, Tapi Asia Tenggara

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa impor bensin Indonesia saat ini kebanyakan berasal dari negara-negara di area Asia Tenggara.

Hal ini sekaligus merespons pemberitaan nan menyebut bahwa Indonesia bakal mengimpor produk BBM dari Rusia. Terutama sebagai bagian dari strategi untuk mengamankan pasokan di tengah ketidakpastian global.

"Jadi tidak ada kita impor BBM jadi dari Middle East ataupun negara Afrika ataupun Amerika ataupun negara lain. Itu kudu clear dulu ya. Jangan saya ditanya terus seperti itu gitu loh," ujar Bahlil di gedung Kementerian ESDM, Jumat (17/4/2026).

Semula, Bahlil mengungkapkan bahwa sekitar 50% kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin di Indonesia tetap dipenuhi melalui impor.

Ia menjelaskan konsumsi bensin nasional saat ini berada di kisaran 39 hingga 40 juta kiloliter per tahun. Sementara, kapabilitas produksi dalam negeri sebelum proyek RDMP Balikpapan hanya mencapai sekitar 14,3 juta kiloliter.

Adapun, dengan tambahan kapabilitas dari RDMP Balikpapan sebesar sekitar 5,6 hingga 5,7 juta kiloliter, maka total produksi domestik meningkat menjadi nyaris 20 juta kiloliter per tahun.

"Dari situ produksi dalam negeri kita sebelum RDMP Balikpapan itu kan 14,3 juta. Penambahan RDMP Balikpapan itu kan 5,6-5,7 juta KL. Jadi nyaris 20 nyaris 20 juta kiloliter. Berarti impor kita tinggal 50 persen," kata Bahlil.

Sebelumnya, Bahlil memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa pemerintah telah mengamankan pasokan minyak mentah dari Rusia. Hal ini diungkapkan Bahlil usai rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Seperti diketahui, Bahlil telah melakukan tatap muka berbareng Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev pada Selasa (15/4/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin sehari sebelumnya.

Tak hanya mendapatkan pasokan minyak mentah, dari hasil pertemuan itu menurutnya Indonesia juga mendapatkan komitmen dari pihak Rusia untuk membangun prasarana di Indonesia untuk meningkatkan ketahanan energi.

"Alhamdulillah kemarin atas pengarahan Bapak Presiden sudah saya berjumpa dengan Menteri Energi dan Utusan Khusus daripada Presiden Putin dan kabarnya alhamdulillah cukup menggembirakan bahwa kita bakal mendapat pasokan crude dari Rusia dan juga dari pihak Rusia bakal siap membangun beberapa prasarana nan krusial dalam rangka meningkatkan persediaan dan ketahanan daya nasional kita," kata Bahlil, usai rapat di Istana, Kamis (16/4/2026).

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan komunikasi intensif mengenai dengan pasokan LPG untuk Indonesia dari Rusia. Mengingat, Indonesia mengimpor LPG sekitar 7 juta ton setiap tahun.

(pgr/pgr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News