Bahlil Minta Kapolri Tindak Penimbun BBM dengan Tangki Besar

Sedang Trending 13 jam yang lalu
Bahlil Minta Kapolri Tindak Penimbun BBM dengan Tangki Besar Konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026).(MI/Ihfa Firdausya)

MENTERI Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta Kepala Kepolisian RI (Kapolri) menindak dan memproses norma penimbun bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Dalam sejumlah kasus, katanya, terdapat mobil-mobil dengan tangki nan diperbesar untuk menampung banyak BBM subsidi. BBM tersebut kemudian dijual kembali dengan nilai nonsubsidi.

Praktik tersebut menjadi salah satu aspek antrean panjang di SPBU sejumlah daerah.

"Di beberapa tempat stok BBM-nya ada tapi kan antreannya panjang. Itu ada saudara-saudara kita nan perilakunya enggak berubah. Mobil nan diisi tangkinya banyak, ngambil minyak subsidi, baru dijual," ujar Bahlil dalam konvensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10).

Bahlil mencontohkan di Makassar ada mobil Mitsubishi Pajero Sport nan mengisi BBM hingga 700 liter. Padahal kapabilitas normalnya adalah 68 liter.

"Mereka membikin tangki di belakang kan? Sampai menampung 700 liter sampai 1.000 liter. Mereka nampung kemudian dijual lagi. Saya minta tolong sama Pak Kapolri, jika begini ditindak aja Pak, diproses hukum. Masa minyak BBM solar subsidi ditampung kemudian dijual lagi dengan nilai industri. Itu kan subsidinya kan ditanggung oleh negara," paparnya.

Di sisi lain, stok nasional untuk BBM jenis Pertalite alias RON 90 berada di kisaran 16 sampai 18 hari.

Terkait antrean di Bali, katanya, dia mendapat laporan dari Pertamina bahwa ada persoalan pengedaran dari wilayah Jawa Timur ke Bali dan beberapa tempat nan mengenai dengan kapal.

Ia pun memerintahkan Pertamina untuk segera menggandakan kapal agar tidak terjadi kondisi nan tidak diinginkan di daerah-daerah. 

"Supaya bisa percepatan. Stoknya nggak ada masalah. Dari kilangnya nggak ada masalah, nan bermasalah itu adalah jalur distribusinya makanya kita nambah kapal," jelasnya. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑