Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kanan).(MGN)
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan penerapan mandatori biodiesel B50 memangkas impor minyak dari nan semula di kisaran 1 juta barel per hari menjadi 700–750 barel per hari.
“Kita konversi B50 itu, kita bisa memotong impor kita itu nyaris 250–300 ribu barel per hari,” ujar Bahlil dalam aktivitas pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition 2026 nan digelar di Jakarta, Selasa (22/7).
Bahlil menjelaskan Indonesia mengonsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 1,6 juta barel per hari. Sementara itu, lifting minyak Indonesia berada di kisaran 600–615 barel per hari.
Dengan demikian, rata-rata impor minyak Indonesia berada di kisaran 1 juta barel per hari untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya. “Maka kemudian, perlahan-lahan kita geser dari fosil ke daya alternatif. Kemarin kita lakukan peresmian B50,” ucap Bahlil.
Bahlil menjelaskan konsumsi solar alias bahan bakar diesel di Indonesia berada di kisaran 39 juta KL per tahun. Dengan memakai B50, Indonesia memangkas impor minyak kurang lebih sekitar 250 ribu–300 ribu barel per hari. “Jadi sekarang, impor minyak total itu tetap ada kurang lebih sekitar 700–750 ribu barel per hari, dari selisih 1 juta barel itu,” kata Bahlil.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia mulai menghentikan impor solar sejak Juli 2026 seiring keberhasilan pemerintah mengembangkan bahan bakar diesel berbasis minyak sawit B50 sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian daya nasional.
Prabowo mengatakan Indonesia menjadi negara pertama di bumi nan bisa memproduksi B50, ialah solar dengan campuran 50% biodiesel berbahan baku kelapa sawit.
Menurutnya, penghentian impor solar bakal memberikan faedah ekonomi nan lebih besar bagi masyarakat. Sebab, anggaran nan sebelumnya digunakan untuk membeli bahan bakar dari luar negeri sekarang dapat berputar di dalam negeri.
Selain penerapan B50, pemerintah juga mulai mengembangkan bensin campuran etanol 10% (E10) sebagai langkah awal menuju penggunaan bioetanol nan lebih luas.
Pemerintah apalagi menargetkan peningkatan bauran bioetanol hingga E20. Untuk mendukung sasaran tersebut, pemerintah bakal mempercepat pembangunan pabrik bioetanol baru. Menurutnya, saat ini Indonesia baru mempunyai satu pabrik bioetanol sehingga kapabilitas produksi tetap perlu ditingkatkan. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·