Felldy Utama
, Jurnalis-Rabu, 14 Oktober 2026 |22:16 WIB

Menko Bahlil Lahadalia/Okezone
JAKARTA - Partai Golkar meminta semua pihak agar tidak semestinya menilai keahlian seorang menteri hanya diukur berasas hasil survei semata. Capaian kebijakan dan faedah nyata bagi masyarakat justru kudu menjadi pertimbangan utama dalam menilai keberhasilan seorang menteri.
Demikian disampaikan personil Fraksi Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae merespons hasil survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS) nan menempatkan Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia pada posisi terbawah alias berkinerja buruk.
Menurutnya, Bahlil justru menjadi salah satu Menteri nan menunjukkan langkah-langkah konkret bagi masyarakat seperti menjaga keterjangkauan nilai BBM bersubsidi, membuka ruang bagi keterlibatan pengusaha lokal di wilayah penghasil, serta konsistensi mendorong agenda hilirisasi nasional nan berakibat langsung pada perekonomian masyarakat.
"Jangan hanya memandang nomor survei, tetapi lihat kebenaran dan hasil kerjanya bagi rakyat,” kata Ridwan, Rabu (14/10/2026).
Ridwan menyoroti ketegasan pemerintah dalam menjaga nilai BBM bersubsidi tetap terjangkau di tengah gejolak geopolitik dunia serta ketidakpastian nilai daya dunia.
Stabilitas nilai daya ini sangat krusial untuk melindungi daya beli masyarakat lapisan bawah serta menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi nasional.
Selain itu, kebijakan nan memberi porsi lebih luas bagi pengusaha lokal dalam operasional pertambangan dinilai strategis agar pelaku upaya dan masyarakat di wilayah penghasil tidak sekadar menjadi penonton, melainkan turut menikmati hasil pengelolaan sumber daya alam.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·