Bahlil Bahas Harga Gas Industri dengan Dirut PGN

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Bahlil Bahas Harga Gas Industri dengan Dirut PGN ilustrasi(MI)

 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memanggil Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Arief Setiawan Handoko untuk membahas kenaikan harga gas industri.

“Pak Arief, lenyap ini ikut saya. Kita telaah tentang gas untuk industri,” kata Bahlil saat meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas di Tuban, Jawa Timur, Kamis (25/6).

Ia menyampaikan bahwa kenaikan nilai gas industri telah menuai perhatian dari Presiden Prabowo Subianto. Untuk itu, dia membujuk PGN untuk membahas lebih lanjut ihwal Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT).

“Tadi Pak Presiden telepon saya di jalan soal ini,” ujar Bahlil.

Bahlil mengatakan nilai gas industri untuk area Jawa Timur tetap baik-baik saja. Sedangkan, nilai gas industri untuk wilayah Jawa Barat, Banten, Bekasi, serta Jakarta mengalami kenaikan.

Adapun nan menyebabkan kenaikan nilai gas industri di sejumlah area tersebut adalah menurunnya lifting gas di area tersebut, nan berpengaruh kepada penyaluran gas pipa.

“Terpaksa kami pakai LNG. Sehingga, harganya memang agak naik. Nah, ini nan kita kudu cari jalan tengah untuk mendorong ke sana,” kata Bahlil.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad pada Selasa (23/6), mengatakan majelis siap melakukan mitigasi mengenai laporan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 50 ribu orang di salah satu pabrik keramik di Bekasi, Jawa Barat, akibat kenaikan nilai gas industri.

Hal itu menyusul laporan Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea nan mengatakan bahwa setidaknya 7-10 hari ke depan bakal terjadi PHK di salah satu pabrik keramik terbesar di Bekasi.

Dasco pun mengatakan segera melakukan komunikasi dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) guna membicarakan nilai gas industri nan mengalami kenaikan.

“Ya, jadi setelah kontak kelak saya juga sudah janjian dengan perwakilan dari teman-teman serikat pekerja nan terdampak. Kemudian untuk berjumpa dengan Dirut Pertamina, mungkin besok, untuk kemudian membicarakan solusi mengenai perusahaan-perusahaan tadi nan mungkin bisa berakibat terhadap 55 ribu karyawan,” ujar dia. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia