Bahlil: Anggaran Negara dengan CNG Bisa Lebih Hemat Hingga Rp 30 T

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam konvensi pers di DPR, Jakarta, Senin (29/6/2026). Foto: Kementerian ESDM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan produk compressed natural gas (CNG) dapat menghemat anggaran negara sekitar Rp 30 triliun, nan bisa dimanfaatkan untuk keperluan program lain.

"Kalau katakanlah 25 persen, kali 30 persen, berarti, kan, Rp 27 triliun sampai Rp 30 triliun bisa kita lakukan efisiensi. Ini, kan, bisa kita bangun untuk nan lain-lain lagi gitu lho. Tapi semuanya ini dalam proses tahapan uji coba nan ketiga, ya," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/7).

Bahlil juga mengatakan produk CNG 3 kg bakal lebih murah hingga 40 persen dari LPG 3 kg. Pemerintah sedang menguji coba proyek CNG 3 kg jadi pengganti LPG 3 kg nan saat ini berjuntai pada impor. Bahlil menyebut uji coba sudah memasuki tahap ketiga dan bakal rampung bulan ini.

"CNG itu dilakukan uji coba tahap ketiga. Kalau uji coba tahap ketiganya insyaallah berhasil, baru bisa kita implementasikan. Karena apa? Karena tabung 3 kilonya itu, kan, tekanannya itu kan sekitar 200 sampai 250 bar. Ini kita kudu hati-hati," ujarnya.

"Insyaallah di bulan Juli ini selesai, baru kemudian kita umumkan, ya. Kita doakanlah lebih sigap lebih baik," lanjutnya.

Bahlil mengungkapkan nilai CNG bakal lebih kompetitif dibandingkan LPG. Pasalnya, bahan baku utama CNG berupa metana bisa didapatkan di dalam negeri, sementara bahan baku propana dan butana untuk LPG kebanyakan kudu diimpor.

Produk gas bumi CNG Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk, mulai disalurkan ke Kota Balikpapan Kalimantan Timur. Foto: Dok. PGN

"Yang jelas harganya lebih murah 30 sampai 40 persen daripada LPG. Kalau 30 sampai 40 persen sekarang subsidi kita berapa? Rp 86 triliun sampai Rp 90 triliun," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Laode Sulaeman, mengatakan sejauh ini terdapat 15 tabung CNG 3 kg nan diimpor China. Proyek tersebut dinamakan Tabung Merah Putih.

“Namanya tabung merah putih. Saat ini (impor) dari China saja. Jadi bulan Juli ini sedang dibuat prototype untuk diuji, belasan lah mungkin sekitar 15 setara 3 kg,” ungkapnya saat ditemui di kompleks DPR RI, Senin (29/6).

Laode menjelaskan bahwa tabung tersebut mempunyai teknologi jenis 4, dengan material komposit nan jauh lebih ringan dari jenis sebelumnya. Dengan demikian, masyarakat tidak terbebani dengan beratnya berat tabung.

Untuk sementara ini, lanjut Laode, uji coba bakal dilaksanakan berjenjang di kota-kota besar di Pulau Jawa lantaran sudah mempunyai prasarana pipa gas. Sebab, pasokan gas untuk CNG bakal diprioritaskan melalui pipa transmisi.

Selanjutnya, pengadaan tabung CNG 3 kg secara masif bakal dilakukan oleh suatu badan usaha, sehingga pemerintah tidak menggelontorkan anggaran. Namun, Laode tidak menjelaskan dengan rinci mengenai perihal tersebut.

"Setelah uji nan 15 (tabung) tadi dievaluasi insyaallah setelah itu kita bisa lanjutkan. Pengadaannya ada nanti, ada skema pengadaan. Jadi nan jelas pemerintah tidak mengeluarkan alokasi untuk perihal tersebut," tutur Laode.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan