Banyak koper jemaah haji nan dibongkar petugas. Penyebabnya beragam, mulai dari muatannya lebih dari kapabilitas berat sebagaimana ketentuan maskapai, hingga membawa air zamzam.
Lantas, gimana nasib barang-barang nan kudu dikeluarkan alias tak lolos X-ray?
Aviation Security Garuda Indonesia, Norman Fajar, mengatakan pihak maskapai telah melakukan sosialisasi mengenai kapabilitas koper jemaah serta barang-barang nan dilarang dibawa selama penerbangan. Jika tidak sesuai, maka koper bakal dibongkar.
"Kami [maskapai] punya ketentuan berat koper bagasi maksimal 32 kg," kata Norman saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) di Hotel Manar Al Bait, Syishah, Makkah, Senin (1/6).
Sementara untuk koper kabin, kata Norman, maksimal 7 kg. Selain mengenai kapasitas, jemaah juga diimbau agar tidak membawa peralatan bawaan alias oleh-oleh nan dilarang selama penerbangan, seperti air zamzam hingga senjata mainan.
Norman mengatakan ada dua opsi terhadap barang-barang tak lolos terbang itu. Ada nan langsung dimusnahkan, ada juga nan dikembalikan kepada pihak berwenang, ialah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
"Untuk zamzam saat ini, permintaan dari Kerajaan Arab Saudi, zamzam memang nantinya bakal dimusnahkan," kata Norman.
Terkait zamzam ini, kata Norman, seringkali jemaah mengakali dengan dibungkus botol kecil-kecil dan dilakban. Namun, kata Norman, tetap bakal terdeteksi saat koper lewat X-ray dan pasti bakal dibongkar.
Karena itu, dia mengimbau jemaah agar tidak nekat dan mematuhi ketentuan nan telah ditetapkan. Hal ini krusial lantaran menyangkut keselamatan, keamanan, serta kenyamanan dalam penerbangan.
Sementara itu, barang-barang nan dikeluarkan lantaran over kapabilitas koper, maupun peralatan nan tidak sesuai ketentuan, maka bakal diserahkan ke Perlindungan Jemaah (Linjam) serta Daerah Kerja PPIH Arab Saudi.
"Jika dimungkinkan untuk dikembalikan kepada jemaah, silakan, tapi kami jelas bakal kumpulkan itu," kata Norman.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·