Badan Ekspor Diproyeksi Tingkatkan Penerimaan Negara Rp2.600 Triliun

Sedang Trending 38 menit yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 21 Mei 2026 |07:02 WIB

Badan Ekspor Diproyeksi Tingkatkan Penerimaan Negara Rp2.600 Triliun

Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Badan Ekspor Terpusat. (Foto: Okezone.com/Setpres)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Badan Ekspor Terpusat nan bakal bertindak sebagai eksportir tunggal untuk seluruh komoditas strategis Indonesia. Langkah ini diambil untuk menghentikan kebocoran penerimaan negara nan telah berjalan masif selama puluhan tahun.

Melalui pembenahan sistemik ini, kas negara diproyeksikan dapat mengamankan potensi penerimaan hingga USD150 miliar alias setara Rp2.653,92 triliun per tahun (asumsi kurs Rp17.692 per dolar AS).

Dengan sistem baru ini, Presiden Prabowo menekankan bahwa tata niaga penjualan seluruh hasil kekayaan alam Indonesia ke luar negeri tidak lagi dilepas bebas kepada masing-masing korporasi swasta. Aktivitas ekspor komoditas utama, mulai dari minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, besi, hingga produk hilirisasi seperti ferroalloy, wajib melalui satu pintu.

Pemerintah bakal menunjuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) unik untuk mengelola skema tersebut. Secara teknis, para pelaku upaya alias perusahaan pengelola aktivitas tambang dan perkebunan kudu menyalurkan hasil produksinya terlebih dulu kepada BUMN nan ditunjuk, sebelum komoditas tersebut dijual ke pembeli global.

"Kita wajibkan penjualannya kudu melalui BUMN nan ditunjuk pemerintah RI sebagai pengekspor tunggal. Dalam artian, setiap hasil ekspor bakal diteruskan dari BUMN kepada pelaku upaya pengelola aktivitas tersebut," tegas Prabowo.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com