AS Tuding Negara Asia Sengaja Lemahkan Mata Uang, Airlangga: RI Tidak Termasuk

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan Indonesia tidak dengan sengaja melemahkan mata duit rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) demi mendongkrak daya saing. Hal ini menyusul AS menduga adanya manipulasi kurs oleh sejumlah negara Asia.

"Dan apalagi jika Amerika merasa bahwa beberapa negara di Asia itu melakukan currency manipulation untuk memperkuat daya saing, sengaja memperlemah currency-nya, Indonesia tidak termasuk dalam negara tersebut. Jadi ini nan terus kita jaga," ujar Airlangga dalam aktivitas Roundtable Menakar Denyut Ekonomi di Tengah Gejolak Global, di Jakarta Selatan, Selasa (28/4/2026)

Airlangga menjelaskan pelemahan nilai tukar tidak hanya terjadi terhadap rupiah saja, tapi juga mata duit negara lain, termasuk Jepang. Pemerintah berbareng Bank Indonesia (BI) memastikan terus menjaga stabilitas rupiah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun tentu kita tidak against the flow ya. Kalau flow-nya, anginnya headwind tentu kita tidak untuk menabrak, tapi dengan beragam kebijakan," tambah Airlangga.

Pergerakan Dolar AS

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah sempat melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga di level Rp 17.300-an/US$. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian dunia nan juga menekan mata duit regional.

"Pergerakan rupiah tetap sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54%" kata Destry dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2026).

Pada perdagangan pagi ini, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap rupiah pagi ini dan berada di level Rp 17.200-an.

Dikutip dari info Bloomberg, Selasa (28/4/2026), nilai tukar dolar AS terpantau berada pada level Rp 17.239 alias naik sebesar 28 poin (0,16%).

Sementara itu, pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata duit lainnya condong menguat. Dolar AS terpantau menguat terhadap yen Jepang, dolar Australia, dolar Singapura, yuan China, pound sterling, serta euro.

Secara rinci, mata duit Paman Sam menguat 0,07% terhadap yen Jepang, menguat 0,10% terhadap dolar Australia dan menguat 0,05% terhadap dolar Singapura.

(rea/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance