AS Pertimbangkan Pemberian Amnesti untuk Pejuang Hamas Pasca Pelucutan Senjata

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

AS Pertimbangkan Pemberian Amnesti untuk Pejuang Hamas Pasca Pelucutan Senjata

Ilustrasi.

JAKARTA – Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan untuk memberikan amnesti kepada pejuang Hamas sebagai hadiah atas pelucutan senjata di bawah inisiatif perdamaian nan dimediasi Washington, menurut seorang pejabat Amerika nan dikutip Reuters.

Laporan ini muncul sehari setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengambil jenazah sandera terakhir nan ditahan oleh golongan militan Palestina tersebut, menyelesaikan apa nan digambarkan sebagai fase pertama dari rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang Gaza. Petugas polisi Israel, Ran Gvili, ditangkap berbareng lebih dari 200 sandera sebagai akibat dari serangan nan dipimpin Hamas terhadap Israel lebih dari dua tahun lalu.

"Kami pikir pelucutan senjata bakal disertai dengan semacam amnesti, dan terus terang kami pikir kami mempunyai program nan sangat, sangat baik untuk melucuti senjata," kata pejabat itu kepada Reuters pada Senin (26/1/2026), menyoroti bahwa kesepakatan itu bakal dilanggar jika Hamas tidak melucuti senjata.

Di bawah kerangka kerja original Trump nan ditandatangani pada akhir 2025, pengembalian semua sandera, baik nan hidup maupun nan mati, dimaksudkan untuk menandai berakhirnya fase pertama kesepakatan tersebut. Gedung Putih mengumumkan bahwa kesepakatan tersebut memasuki fase kedua, nan digambarkan sebagai konsentrasi pada rekonstruksi dan demiliterisasi Gaza, beberapa jam sebelum jenazah Gvili dikembalikan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com