Petenis Amerika Ben Shelton bereaksi pada pertandingan perempat final AS Terbuka 2026 melawan petenis Spanyol Carlos Alcaraz di Arthur Ashe Stadium, New York, Amerika Serikat, Selasa (8/9/2026).(Dok. USTA)
PETENIS Amerika Serikat, Ben Shelton, menciptakan kejutan besar di perempat final US Open 2026 dengan menyingkirkan juara memperkuat Carlos Alcaraz. Dalam pertandingan dramatis nan berjalan di Arthur Ashe Stadium, New York, Rabu (9/9) WIB, Shelton menang melalui pertarungan lima set dengan skor 6-7(5), 6-1, 6-3, 1-6, dan 7-6(7).
Kemenangan ini menjadi catatan berhistoris bagi Shelton, unggulan kedelapan, lantaran merupakan kemenangan pertamanya atas petenis ranking tiga besar dunia. Pertandingan melelahkan tersebut menyantap waktu empat jam 28 menit dan baru berhujung pada pukul 03.33 waktu setempat.
"Saya sangat berterima kasih dan merasa diberkati. Tuhan telah memberkati saya dengan begitu banyak perihal sehingga bisa berada di sini di hadapan kalian malam ini," ujar Shelton sebagaimana dikutip dari laman resmi AS Terbuka.
Dominasi Servis dan Pukulan Kidal
Shelton menutup laga dengan langkah nan spektakuler, ialah melepaskan ace berkecepatan 146 mil per jam (sekitar 235 km/jam). Pukulan tersebut sekaligus memutus rekor 18 kemenangan beruntun Alcaraz di turnamen Grand Slam.
Petenis kidal berumur 23 tahun itu tampil sangat agresif. Mengandalkan servis keras dan groundstroke menyilang nan tajam, Shelton mencatatkan 34 winner. Meski sempat kehilangan set pertama melalui tie-break, Shelton bangkit di set kedua dan ketiga dengan memenangi sembilan gim secara beruntun untuk berbalik unggul 2-1.
Alcaraz, nan merupakan unggulan ketiga, sempat memberikan perlawanan sengit di set keempat dengan kemenangan telak 6-1. Namun, di set penentuan, Shelton menunjukkan mentalitas baja. Dalam tie-break 10 poin nan menegangkan, Shelton sukses mengunci kemenangan 9-7.
Dukungan Publik New York
Shelton mengakui bahwa atmosfer di Arthur Ashe Stadium menjadi kunci keberhasilannya memperkuat hingga awal hari. Dukungan penonton nan terus meneriakkan "USA" memberinya daya tambahan untuk meladeni permainan Alcaraz.
"Baik pembimbing dan tim saya, teman-teman dan family saya, maupun penduduk New York nan datang hingga pukul 03.00, itulah nan membikin saya terus memperkuat dan meraih kemenangan malam ini," katanya.
Hasil ini juga memecahkan kebuntuan petenis Amerika Serikat saat menghadapi Alcaraz di arena Grand Slam. Shelton menjadi petenis AS pertama nan bisa mengalahkan bintang Spanyol itu setelah 14 pertemuan sebelumnya selalu berhujung dengan kekalahan bagi wakil Negeri Paman Sam.
Derbi Amerika di Semifinal
Di babak semifinal nan dijadwalkan berjalan Jumat (11/9), Shelton bakal menghadapi rekan senegaranya, Frances Tiafoe. Unggulan ke-11 tersebut melaju ke semifinal setelah tampil impresif sepanjang musim lapangan keras tahun ini.
Secara rekor pertemuan, Shelton unggul 3-1 atas Tiafoe. Namun, keduanya mempunyai catatan seimbang 1-1 dalam dua pertemuan terakhir mereka di US Open (edisi 2023 dan 2024). Menanggapi agenda semifinal nan cukup dekat, Shelton merasa optimis dengan kondisi fisiknya.
"Dua hari libur, ya. Saya pikir saya bakal baik-baik saja," pungkas Shelton nan datang ke turnamen ini dengan modal juara Masters 1000 Montreal bulan lalu. (Ant/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·