Arief Setyadi
, Jurnalis-Jum'at, 02 Oktober 2026 |09:11 WIB

Marinir AS (Foto: Ilustrasi/Nationalreview)
WASHINGTON — Militer Amerika Serikat (AS) mengirimkan sekitar 7.000 pelaut dan 2.000 marinir dengan sejumlah kapal ke Timur Tengah, kata seorang pejabat AS pada Kamis 1 Oktober 2026. Penguatan kehadiran militer AS ini terjadi ketika Presiden Donald Trump kembali memperingatkan bahwa serangan baru terhadap Iran mungkin bakal segera terjadi.
Pergerakan pasukan nan mencakup kapal induk ketiga menggarisbawahi dinamika nan berkembang pesat dari perang Trump melawan Iran. Apalagi, dengan pemilihan paruh waktu di AS nan semakin dekat dan tanda-tanda baru bahwa sifat bentrok mungkin menjadi lebih kompleks.
Trump menakut-nakuti eskalasi pascapemilihan paruh waktu — terlepas dari janji awalnya kepada rakyat Amerika tentang kampanye nan hanya bakal berjalan beberapa minggu — tetap menjadi pilihan nan memungkinkan. Lebih memperumit masalah, Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa indikasi awal menunjukkan bahwa Iran mengenai dengan kopilot FlyDubai nan menikam kaptennya dan mencoba menabrakkan penerbangan menuju Israel pada Rabu.
Dalam sebuah sesi tanya jawab dengan wartawan di Gedung Putih, Trump mengangkat rumor tersebut ketika ditanya oleh seorang wartawan apakah ada hubungan antara pilot nan berada di kembali serangan itu dan Teheran.
“Berdasarkan apa nan saya dengar, saya bakal mengatakan jawabannya adalah 'ya,' tetapi kami sedang mengerjakannya saat ini,” kata Trump, tanpa memberikan rincian lebih lanjut, melansir AP, Jumat (2/10/2026).
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·