AS Dorong Emirat Arab Rebut Pulau Lavan Iran

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
AS Dorong Emirat Arab Rebut Pulau Lavan Iran Ilustrasi.(Magnific)

KETEGANGAN di area Teluk memasuki babak baru nan krusial. Pejabat di lingkaran pemerintahan Donald Trump dilaporkan tengah mendorong Emirat Arab untuk terlibat lebih jauh dalam perang melawan Iran, termasuk saran untuk merebut salah satu pulau strategis milik Teheran di Teluk, ialah Pulau Lavan.

Menurut laporan The Telegraph, dorongan ini bermaksud menempatkan pasukan darat Emirat di wilayah tersebut sebagai pengganti kehadiran militer Amerika Serikat secara langsung. "Ambil saja mereka! Itu bakal menjadi sepatu bot Emirat di lapangan, bukan AS," ujar seorang mantan pejabat senior keamanan Trump.

Eskalasi dan Serangan di Pulau Lavan

Pulau Lavan, nan menjadi sasaran saran tersebut, dilaporkan menjadi sasaran serangan udara rahasia oleh militer Emirat pada awal April lalu. Meskipun Abu Dhabi belum memberikan konfirmasi resmi, laporan intelijen menunjukkan ada kerusakan signifikan pada akomodasi kilang minyak Iran di pulau tersebut akibat serangan tersebut.

Keterlibatan Emirat nan semakin dalam ini dipicu oleh serangan masif Iran ke wilayah mereka. Sejak Israel dan Amerika Serikat mulai menyerang Iran pada akhir Februari, Emirat menghadapi gempuran lebih dari 2.800 rudal dan drone dari Teheran. Situasi ini disebut oleh para analis sebagai Momen 11 September bagi Emirat nan memaksa negara tersebut menilai ulang pertahanan dan aliansi globalnya.

Dinamika Geopolitik Terbaru:

  • Aliansi Baru: Emirat semakin mempererat hubungan militer dengan AS dan Israel.
  • Keluar dari OPEC: Pada awal Mei, Emirat memutuskan keluar dari OPEC, menandakan keretakan hubungan dengan Arab Saudi.
  • Bantuan Israel: Israel dilaporkan mengirimkan baterai pertahanan udara Iron Dome ke Emirat untuk menangkal serangan Iran.

Pergeseran Poros di Timur Tengah

Perang itu mempercepat penyelarasan kembali geopolitik di Timur Tengah. Di satu sisi, Emirat memilih untuk melipatgandakan kemitraan dengan Washington dan Tel Aviv. Di sisi lain, hubungan dengan tetangga regional seperti Arab Saudi justru semakin merenggang. Alih-alih berasosiasi melawan Iran, perang ini justru memperdalam lembah perbedaan antara Riyadh dan Abu Dhabi.

Dr. Burcu Ozcelik, peneliti dari Royal United Services Institute (RUSI), menilai bahwa perang ini mengakselerasi penyelarasan AS-Israel-Emirat. Namun, dia juga memperingatkan ada risiko reputasi bagi Emirat di bumi Arab lantaran kerja sama militer nan terlalu dalam dengan Israel.

Reaksi Keras Teheran

Iran tidak tinggal tak bersuara memandang pergerakan ini. Pekan ini, Teheran secara resmi menyebut Emirat sebagai mitra aktif dalam agresi ini. Menanggapi tuduhan tersebut, pihak Emirat menyatakan menolak segala upaya Iran untuk membenarkan serangan mereka dan menegaskan kewenangan kedaulatan militer serta diplomatik untuk menghadapi setiap ancaman musuh.

Kondisi ini semakin diperumit dengan klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai kunjungan rahasia ke Emirat pada Maret lampau nan menghasilkan terobosan signifikan. Namun, klaim kunjungan tersebut dibantah oleh pihak Abu Dhabi. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑