AS Disebut Telah Bertemu Perwakilan Houthi di Oman

Sedang Trending 43 menit yang lalu
Tentara Houthi di Yaman. Foto: REUTERS/Khaled Abdullah

Pejabat Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah berjumpa dengan perwakilan golongan Houthi Yaman di Oman pada akhir pekan lalu. Dilansir Reuters, pertemuan nan sebelumnya tidak dipublikasikan itu berjalan di Kedutaan Besar AS di Muscat.

Pada Kamis (17/9), lima sumber Reuters nan mengetahui pertemuan tersebut mengatakan pemerintah Oman membantu mengatur pembicaraan. Salah satu sumber menyebut pertemuan berjalan pada Minggu, pada akhir pekan lalu.

Houthi Tak Akan Serang Kapal Israel-AS, Targetkan Saudi

Dalam pertemuan itu, Houthi menyampaikan kepada pejabat AS bahwa mereka tidak beriktikad menyerang kapal-kapal Amerika. Mereka juga mengatakan tetap berkomitmen terhadap gencatan senjata dengan AS nan disepakati pada 2025.

Salah satu sumber asal Yaman mengatakan Houthi juga menyatakan tidak bakal menyerang kapal Israel maupun kapal komersial lainnya, selain kapal nan mengenai dengan Arab Saudi.

Ilustrasi Laut Merah. Foto: Ali Chehade Farhat/Shutterstock

Delegasi AS dalam pertemuan tersebut disebut terdiri dari personel kedutaan. Sementara itu, delegasi Houthi antara lain dihadiri pejabat senior Mohammad Abdulsalam dan Abdelmalik al-Ajri, menurut sumber Reuters.

Kementerian Luar Negeri AS tidak mengonfirmasi pertemuan tersebut. Namun, seorang ahli bicara mengatakan menjaga kebebasan navigasi di Laut Merah serta mencegah penyebaran terorisme dari Timur Tengah merupakan kepentingan utama Washington.

Pertemuan berjalan setelah Houthi menguasai secara efektif sebagian besar garis pantai Yaman di Laut Merah, termasuk Pelabuhan Mocha dan Pulau Perim di Selat Bab al-Mandab.

Ini adalah pertemuan krusial sejak Houthi kembali mengintensifkan serangan dalam perang nan telah berjalan sejak 2014 tersebut. Pertempuran kembali meningkat pada Juli setelah Houthi mengumumkan blokade terhadap pelayaran Saudi di Laut Merah.

Sementara itu, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman disebut telah menghubungi Presiden AS Donald Trump untuk meminta support militer. Reuters melaporkan Washington menyampaikan bahwa AS tidak bakal terlibat langsung dalam pertempuran tersebut.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan