AS dan Qatar Siapkan Mekanisme Pencairan Dana Iran untuk Kemanusiaan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
AS dan Qatar Siapkan Mekanisme Pencairan Dana Iran untuk Kemanusiaan Kapal di Selat Hormuz.(Al Jazeera)

PEMERINTAH Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah bekerja sama dengan Qatar untuk menyusun rencana pembukaan akses biaya miliaran dolar milik Iran nan selama ini dibekukan. Langkah ini merupakan bagian dari insentif finansial awal di bawah kesepakatan nan baru saja ditandatangani untuk mengakhiri ketegangan antar kedua negara.

Rencana nan tetap dalam tahap finalisasi tersebut bermaksud memberikan Iran akses terhadap kekuatan shopping dari sebagian total asetnya nan diperkirakan mencapai US$100 miliar (sekitar Rp1.700 triliun) di seluruh dunia. Tahap awal bakal difokuskan pada biaya senilai US$6 miliar nan tersimpan di Qatar.

Berdasarkan sistem nan diusulkan, Qatar bakal mengizinkan pembelian makanan, obat-obatan, dan peralatan kemanusiaan lain nan dipesan oleh Bank Sentral Iran. Dana tersebut berasal dari aset Iran nan dibekukan, terutama hasil penjualan minyak nan tertahan di luar negeri akibat hukuman internasional.

Fasilitas di Qatar ini diharapkan dapat menjadi cetak biru bagi penanganan kumpulan biaya Iran lain di beragam negara. Teheran sendiri menargetkan pencairan tahap pertama sebesar US$24 miliar dari total biaya nan diblokir sesegera mungkin.

Sinyal Deeskalasi
"Pelepasan aset meskipun terbatas berfaedah sebagai pelampung ekonomi sekaligus sinyal politik deeskalasi," ujar Sanam Vakil, Direktur Timur Tengah di Chatham House. Menurutnya, ini salah satu insentif konkret bagi Iran untuk menstabilkan mata uangnya dan meredakan tekanan ekonomi domestik.

Ketegangan di Media Sosial

Meski kesepakatan ditandatangani pada Rabu (17/6/2026) oleh Presiden Donald Trump, situasi tetap dinamis. Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, sempat menyatakan melalui platform X bahwa Trump menyetujui penghentian permusuhan lantaran putus asa.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Trump. "Kami tidak berjumpa lantaran putus asa, Iran nan melakukannya. Mereka sudah SELESAI! Kami bakal menjalankan masa 60 hari ini. Mereka tidak bakal mendapat uang, tidak sepeser pun (jika melanggar)!" balas Trump melalui media sosialnya.

Di bawah perjanjian tersebut, AS berkomitmen untuk membikin aset Iran nan dibekukan tersedia sepenuhnya untuk digunakan melalui sistem nan dinegosiasikan. Pejabat senior AS menegaskan bahwa aliran biaya bakal terus melangkah selama Iran terlibat secara produktif dalam pembicaraan nuklir nan dijadwalkan berjalan selama dua bulan ke depan.

Dampak Ekonomi Global

Pengaturan dengan Qatar ini merupakan tambahan dari potensi pendapatan miliaran dolar nan diharapkan Iran dari penjualan minyak, setelah Washington setuju untuk memberikan pengecualian hukuman segera setelah penandatanganan kesepakatan. Langkah ini diambil untuk membuka kembali Selat Hormuz nan strategis bagi jalur perdagangan daya dunia.

Kritikus menilai kesepakatan ini memberikan untung besar bagi Iran sebelum mereka melakukan konsesi nyata pada program nuklirnya. Namun, Wakil Presiden JD Vance memihak kebijakan tersebut dengan menyatakan bahwa langkah ini bakal meredakan tekanan pada ekonomi dunia dan mencegah bentrok lebih lanjut.

Bagi Iran, akses terhadap mata duit asing sangat krusial di tengah krisis ekonomi nan ditandai dengan inflasi tinggi dan jatuhnya nilai tukar mata duit lokal. Hingga saat ini, biaya Iran tetap terkunci di beberapa negara seperti Tiongkok, India, Irak, dan Qatar.

AS menegaskan bahwa pelonggaran hukuman lebih lanjut hanya bakal diberikan jika Iran memenuhi tuntutan mengenai program nuklirnya, termasuk penyerahan uranium nan diperkaya. (Wall Street Journal/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia